Stok Ayam Potong di Pasar Idi Rayeuk Kosong, Pedagang dan Pembeli Mengeluh

sentralberita |Aceh Timur ~  Kelangkaan stok ayam potong (ayam putih) melanda Pasar Idi Rayeuk pagi ini, Senin (9/2/25).

Pantauan di lokasi pada pukul 09.00 WIB menunjukkan puluhan warga dan pelaku usaha kuliner harus menelan kekecewaan karena tidak mendapatkan pasokan daging ayam.

Kondisi ini memicu kekecewaan di kalangan masyarakat, terutama bagi para pelaku usaha kuliner yang menggantungkan bahan baku utamanya pada pasokan ayam harian.

​Pasokan Menipis Hingga Kosong Total

Salah seorang pedagang, Haikal, mengungkapkan bahwa kondisi ini merupakan titik terendah distribusi dalam beberapa hari terakhir.

​”Hari ini ayam putih kosong total. Kemarin kami hanya dijatah 2 kotak per pemotong, tapi hari ini tidak ada kiriman sama sekali. Kami bahkan tidak bisa memenuhi permintaan dapur BMG dan pelanggan rutin lainnya,” keluh Haikal saat dikonfirmasi di lapaknya.

Baca Juga :  Mobil Penumpang Tabrak Pohon, 1 Tewas 10 Luka-luka

​Analisis Penyebab: Dampak Banjir dan Siklus Panen

Kelangkaan ini diduga kuat merupakan efek domino dari bencana banjir yang merendam sejumlah wilayah di Aceh Timur beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data lapangan, terdapat dua faktor utama yang diprediksi menjadi penyebab:

• ​Kerusakan Infrastruktur Kandang, banjir besar yang terjadi di awal tahun menyebabkan banyak kandang ayam milik peternak lokal rusak. Selain infrastruktur, banyak bibit ayam (DOC) yang mati atau hanyut, sehingga siklus panen di bulan Februari ini terputus.

• Keterlambatan Re-stocking: Pasca-banjir, para peternak membutuhkan waktu untuk membersihkan dan mensterilkan kandang dari lumpur dan bakteri sebelum bisa memulai siklus ternak baru. Hal ini menciptakan gap (celah) pasokan di pasar saat ini.

Baca Juga :  Polres Aceh Timur Bongkar Kasus Pembunuhan Sadis Bermotif Uang COD

• ​Kenaikan Harga Pakan: Secara nasional pada bulan Februari, fluktuasi harga jagung sebagai bahan baku pakan juga disinyalir membuat sebagian peternak mengurangi populasi ternaknya untuk meminimalisir risiko kerugian.

​Harapan Masyarakat

Kelangkaan ini tidak hanya memukul pedagang, tetapi juga mengancam stabilitas harga pangan di Idi Rayeuk.

Jika pasokan tidak segera normal, dikhawatirkan akan terjadi lonjakan harga yang signifikan saat barang kembali tersedia nanti.

​Masyarakat dan pedagang berharap Dinas Perdagangan dan Dinas Perkebunan & Peternakan Aceh Timur segera melakukan pemantauan ke tingkat distributor dan peternak untuk mencari solusi jangka pendek guna mengatasi kekosongan ini.01/red

-->