Advokat Cut Bietty :  Saya Meminta Agar Negara Menghukum Berat dan Memiskinkan Oknum Pejabat Penyebab Banjir di Sumatera

sentralberita|Medan~ Praktisi hukum yang kondang dan cukup dikenal terutama di Sumut dan Aceh yang selalu turun ke lapangan seperti ke Dom ( daerah operasi militer ) dan tsunami di Aceh yg bukan sekedar datang tetapi memberikan bantuan secara langsung selama berbulan bulan baik penanganan kasus maupun memberikan bantuan secara ekonomi untuk rakyat aceh.

Saat ini Cut bietty sedang mengabdikan diri nya membantu korban di daerah Jawa Barat melalui LBH APIK Jabar

Melihat terjadi banjir di Aceh
Hj Cut Bietty SH akhirnya angkat bicara tentang para korban terdampak banjir di kota asalnya.

” Sebagai putri Aceh, saya merasa terpanggil untuk memberi tanggapan buat warga Aceh. Saya menganggap banjir ini adalah murni perbuatan manusia sendiri. Hal itu bisa dilihat dari banyak nya kayu kayu besar yang berserakan terbawa arus,” ujar Cut Bietty memulai obrolannya pada www.sentralberita.com.

Selama ini, kata Cut Bietty, masyarakat berpikir hutan kita telah aman terpelihara dengan baik. Apalagi,” dana untuk pelestarian hutan begitu besar dilokasikan negara tetapi ternyata justru orang orang yang seharus nya menjaga kelestarian hutan menjadi pemusnah hutan itu sendiri. Sehingga, ada dugaan para petinggi negara ikut bermain dan mereka adalah bagian pelaku yang mengakibat kan banjir. Para pejabat itu memerintahkan orang orang nya untuk membabat habis kayu kayu ditengah hutan belantara yang mana hutan hutan tersebut sebenarnya sebagai pencegah banjir tetapi demi uang dan keserakahan, hutan dibuat gundul akibat nya air tidak lagi nyaman dihabitat nya akhir nya meledak bersama lumpur dan menghempas ke semua tembok lorong tanpa batas,” ucap Cut berapi-api.

Baca Juga :  Tinjau Lokasi Banjir Bandang dan Longsor, Bupati Simalungun Langsung Turunkan Alat Berat dan Temui Korban Luka

Kalau ternyata ada oknum-oknum pejabat yg ‘bermain’ disini, apa tindakan Anda sebagai seorang praktisi hukum?.
Pelakunya,” harus dihukum dan dimiskin kan. Segera bentuk tim untuk mengetahui dengan jelas siapa saja oknum oknum yg telah menyengsarakan rakyat kemudian pelaku harus dihukum seberat berat nya dan dimiskinkan agar tidak ada lagi oknum berikut nya yang akan melakukan kejahatan yg mengakibat kan banjir berkepanjangan.

Menurut Cut Bietty, sudah wajar banjir Sumatera & Aceh ini disebut bencana nasional. Karena,” dampak nya telah menimbulkan kerugian yang cukup besar baik jiwa dan harta benda bukan itu saja hal ini juga telah mengundang trauma yg sangat dalam bagi korban yg selamat ditambah sulit nya mendapat bantuan pangan hingga banyak yang mati kelaparan. Seperti cerita korban kemarin karena sulitnya mendapatkan makanan lebih bagus mereka dikasih kain kafan saja. Karena frustasinya mereka,” imbuhnya lagi.

Baca Juga :  Persadaan Girsang Boru Panogolan Indonesia Se - Dunia Adakan Rapat Pengurus Lengkap

Setelah hampir dua bulan mengalami musibah banjir bandang. Sebaiknya,” Pemerintah segera membangun kembali sarana yang telah hancur. Segera membantu masyarakat untuk membangun rumah masyrakat yang telah hancur dan memikirkan lapangan kerja buat masyarakat akibat dampak banjir tersebut. Selain itu masalah krusial lainnya yang harus lebih diprioritaskan yakni masalah pendidikan, kesehatan dan penganguran yang serta merta menjadi tangung jawab pemerintah agar masyarakat dapat hidup kembali normal.”

Melihat kondisi Aceh yang sungguh memprihatinkan, pasca banjir sebulan lebih, selain dari pemerintah, juga banyak dari masyarakat umum yang memberikan bantuan dan dukungan.

Bahkan para artis lokal dan artis mancanegara berbondong bondong ‘ menyambangi’ para korban yang terdampak bencana.

Bahkan, rakyat pun tak mau kalah. Rakyat turut membantu dengan slogan ‘Rakyat Bantu Rakyat’.

( Debbi )

-->