Puskesmas Lokop Tertimbun Lumpur dan Kayu, Kerusakan Infrastruktur Aceh Timur Makin Parah

sentralberita | Aceh Timur  ~Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Timur terus meninggalkan dampak serius pada fasilitas umum dan infrastruktur.

Salah satu yang paling terdampak adalah Puskesmas Lokop, yang tidak dapat berfungsi setelah tertimbun lumpur tebal serta tumpukan kayu besar yang terbawa arus banjir dari kawasan hulu.

Puskesmas Lokop tertimbun lumpur dan kayu gelondongan yang menutup halaman serta akses utama fasilitas kesehatan tersebut.

Material kayu yang berserakan bukan hanya ranting kecil, tetapi batang pohon besar—indikasi kuat adanya penebangan liar di wilayah perbukitan Serbajadi, Peunaron, Simpang Jernih, dan kecamatan lain yang selama ini dikenal sebagai daerah hulu sungai.

Akses Medis Lumpuh Sementara
Akibat kondisi tersebut, pelayanan kesehatan terganggu.
Beberapa ruangan Puskesmas tidak bisa digunakan, peralatan medis terancam rusak, dan jalan menuju fasilitas itu tertutup lumpur serta kayu.

Baca Juga :  Ditpolairud Polda Sumut Salurkan Bantuan Sembako untuk Nelayan Belawan yang Terdampak Cuaca Buruk

Petugas medis di Lokop menyatakan bahwa mereka kesulitan menjangkau pasien, terutama warga yang membutuhkan layanan darurat.

Kayu gelondongan berserakan di banyak Titik

Selain Puskesmas, ruas jalan di Lokop, Peunaron, dan sekitarnya juga dipenuhi kayu-kayu besar yang terbawa arus. Banyak jembatan rusak, jalan terputus, dan transportasi antar gampong lumpuh.

Warga mengatakan kondisi ini bukan banjir biasa, melainkan banjir yang diperparah oleh maraknya pembalakan liar.

“Kalau tidak ada kayu-kayu besar seperti ini, air mungkin tidak akan menghantam sekeras ini. Ini jelas dari hulu, dari hutan yang ditebang,” ujar salah seorang warga Lokop.

Desakan Menghentikan Penebangan Liar

Masyarakat dan tokoh lokal kembali mendesak pemerintah untuk:
Menghentikan penebangan hutan secara ilegal
Menindak tegas oknum pelaku pembalakan
Memulihkan daerah tangkapan air yang rusak
Melakukan reboisasi massif di kawasan kritis

Baca Juga :  Polres Langkat Salurkan Bantuan Sosial Pascabencana Banjir di Desa Paya Bengkuang

Tanpa penanganan serius terhadap perusakan hutan, banjir dan longsor diperkirakan akan terus berulang dan semakin parah, mengancam keselamatan warga serta merusak fasilitas umum.(01/red)

-->