“Setelah Air Naik”

sentralberita ~ Air datang tanpa ampun,
membawa lapar seminggu
dan haus yang tak bisa dibasuh—
sebab air bersih pun ikut tenggelam.

Lumpur menutup lantai dan langkah,
melekat seperti duka yang berat,
sementara malam gelap tanpa listrik
membiarkan doa berbisik lebih pelan dari biasanya.

Di Aceh, di Sumatera Barat, di Sumatera Utara—
kita belajar tegar dalam sunyi,
belajar kuat tanpa pilihan,
belajar berharap meski cahaya belum terlihat.

Namun di balik derasnya arus,
batang-batang pohon hanyut,
layu dan patah—
saksi hutan yang dirusak,
akar yang tak lagi kuasa menahan bumi.
Alam menagih janji yang kita abaikan,
mengembalikan luka yang pernah kita biarkan.

Dan untuk tangan-tangan tak bertanggung jawab
yang menebang demi keuntungan sesaat,
yang merusak hutan lalu meninggalkan derita—
harus ada hukum yang bicara,
harus ada keadilan yang menebus
air mata yang jatuh di rumah-rumah kita.

Baca Juga :  Airin Rico Waas Menyaksikan Fashion Show MRFW 2025

Meski demikian,
tangan-tangan tetap saling menggenggam.
Dan selama kita bersama,
air boleh naik,
tapi harapan tidak akan tenggelam.

By 4G

01/red

-->