Seminggu Pasca Bencana Banjir, Warga Barus Sesalkan Pemkab Tapteng Belum Turun Membantu

sentralberita|Barus ~ Bencana banjir melanda hampir seluruh desa di Kecamatan Barus Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Selasa (25/11/2025).Belasan rumah hanyut dibawa arus banjir , ribuan orang mengungsi hingga membuat kondisi perekonomian warga di daerah tersebut terisolir dan kesulitan memperoleh bahan pokok hingga bahan bakar minyak (BBM).
Penderitaan warga semakin memprihatinkan, sebab seminggu terjadinya bencana banjir, Rabu (3/12/2025), perhatian dari pemerintah kabupaten dan daerah tersebut samasekali belum ada turun untuk menemui apalagi memberikan bantuan bagi para korban yang terdampak banjir.
“Luar biasa bana (sekali-red) sikap pemerintahan daerah kabupaten sekarang ini, begitu juga pihak kecamatan. Jangankan memberikan bantuan, sudah seminggu terjadinya bencana hingga kini samasekali belum ada menemui kami para keluarga tertimpa bencana banjir,”kata seorang warga mengaku bernama Agus Tanjung dari Desa Kampung Solok.
Dia mengakui perhatian pemerintah kabupaten saat ini dengan periode sebelumnya sangat jauh berbeda.”Dulu baju sikit saja terjadinya banjir, aparat pemerintahannya langsung turun, mulai dari membuka dapur unum, menyalurkan bantuan hingga menurunkan tim petugas membersihkan lokasi banjir,”katanya.
“Namun sekarang ini, jangankan terjun memberikan bantuan dan mengatasi sejumlah titik lokasi banjir, mengucapkan turut berduka saja kepada kami yang tertimpa bencana saat ini belum juga dilakukannya,”katanya
Pantaian wartawan, Rabu (3/12/2025), kalangan warga mengaku kehidupan kalangannya seminggu terjadinya bencana semakin memprihatinkan. Warga kesulitan dalam memperoleh bahan pangan, air bersih, listrik hingga BBM
Selain itu, akibat tidak adanya perhatian dari pemerintah kabupaten dan kecamatan, warga selain membersihkan rumahnya sendiri juga terpaksa bergotong royong membersihkan lumpur dan sisa-sisa gelondongan kayu yang dibawa arus banjir.
*Sudahlah, jangan harapkan lagi perhatian dari pemerintah kabupaten untuk turun dan menerjunkan petugas dan peralatan yang ada mereka punya. Sehingga kami warga terpaksa membersihkan sendiri, karena kami tak mau sakit akibat debu sisa lumpur jika tidak segera dibersihkan,”sebut seorang warga mengaku bermarga Samosir, warga Kelurahan Pasar Batu Gerigis.
Tidak adanya perhatian dari pemerintah kabupaten terhadap warga Barus yang tertimpa bencana banjir juga sepertinya diakui sejumlah aparat desa. “Bagaimana kami mau bersikap bang, seperti memberikan bantuan. Sebab hingga kini belum ada himbauan apalagi instruksi dari atasan kami, apa yang harus kami kerjakan dan berikan bantuan,”sebut beberapa aparat desa yang enggan disebut jati dirinya.
Didemo Masyarakat
Sebelumnya, ribuan massa masyarakat baik ibu-ibu maupun bapak-bapak hingga usia dewasa remaja ramai-ramai mendatangi dan mencari Camat Barus, Sanggam Panggabean, Senin (1/12/2025) siang. Hal itu disebabkan warga yang emosi terhadap sikap camat yang dinilai sama sekali tidak peduli dengan nasib para korban yang terdampak banjir.
Massa mengaku mencari camat tersebut disebabkan sejak terjadinya bencana, orang nomor satu di Pemerintahan Kecamatan Barus tersebut samasekali dinilai tidak peduli bahkan tidak pernah menemui korban bencana, namun Camat Barus hanya sebatas raun-raun naik mobil. Warga juga ingin mempertanyakan beredarnya kabar bahwa camat telah menerima bantuan dari para dermawan. tapi pihak kecamatan samasekali tidak menyalurkannya ke masyarakat sebagai dampak bencana dan camat menyatakan sudah habis dimasak untuk dapur umum yang hanya sebatas formalitas menurut warga.
Selain itu, warga juga mempertanyakan informasi bahwa camat ada menimbun bahan bakar minyak (BBM) khususnya Premium, Pertalite dan Solar yang disebut-sebut diambil larut malam menjelang subuh dari SPBU di Barus. sementara warga sudah sangat kesulitan dan membutuhkan BBM
