Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky Lantik 145 Pejabat, Soroti Fasilitas Gedung yang Memprihatinkan

sentralberita | Aceh Timur ~ Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, secara resmi melantik 145 pejabat struktural yang terdiri dari camat, administrator, dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.
Prosesi pelantikan ini berlangsung di Gedung Serbaguna Idi pada Senin, 20 Maret 2026.
Pelantikan ini menjadi momen perdana perombakan kabinet setelah satu tahun masa kepemimpinan Iskandar Usman Al-Farlaky.
Sebanyak 145 pejabat diambil sumpahnya untuk mengisi berbagai posisi strategis guna mempercepat roda pemerintahan di wilayah tersebut.
Kritik Tajam Terhadap Fasilitas Gedung
Namun, ada hal yang menarik perhatian dalam prosesi tersebut. Di tengah amanatnya, Bupati Iskandar menyatakan kekecewaan mendalam terkait buruknya fasilitas Gedung Serbaguna yang menjadi lokasi acara.
Suasana ruangan yang gelap karena lampu tidak berfungsi maksimal serta pendingin ruangan (AC) yang mati total menjadi sorotan utama.
”Bagaimana kita bisa bekerja maksimal jika fasilitas dasar seperti ini tidak terurus? Lampu gelap, AC tidak hidup dan tidak tersambung. Ini memalukan untuk gedung sekelas serbaguna,” tegas Iskandar dengan nada kecewa.
Kekecewaan Bupati memuncak saat sesi penyematan pin pelantikan. Beliau mengeluhkan kualitas pin yang sulit dipasang hingga menyebabkan kendala teknis.
“Ini lubang pemasangan pin bermasalah, sampai mau patah tangan saya memasangnya,” ungkapnya di hadapan para undangan.
Teguran Keras untuk Kasubbag Umum dan Protokoler
Merespons kendala teknis tersebut, Bupati Iskandar langsung memanggil Kasubbag Umum, Edi, serta Iqbal selaku pihak protokuler yang bertanggung jawab atas jalannya acara dan stabilitas perangkat suara (mic) yang dinilai kurang stabil.
Bupati memberikan peringatan keras kepada Edi agar selalu siaga dalam mengoordinasikan fasilitas kantor. “Jangan lalai (bek lalee). Jika tidak masuk atau tidak mampu bekerja dengan benar, maka posisi ini akan diganti pada pelantikan periode kedua nanti,” perintah Bupati dengan tegas.
Menggunakan bahasa daerah, Bupati juga melontarkan pertanyaan langsung kepada Edi dan Iqbal untuk memastikan komitmen mereka.
“Pu mantong siap keureuja?” (Apakah masih siap bekerja?) tanya Bupati, yang langsung direspons dengan kesiapan oleh kedua pejabat tersebut.
Evaluasi Kinerja dan Penekanan untuk Wilayah Terpencil
Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa mulai besok, seluruh pejabat yang baru dilantik akan dipantau kinerjanya di tempat tugas yang baru. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan pelayanan publik berjalan optimal.
Secara khusus, Bupati memberikan instruksi tegas kepada Camat Serbajadi dan Camat Simpang Jernih.
Mengingat kondisi geografis kedua wilayah tersebut, beliau mewajibkan para camat untuk selalu berada di lokasi tugas (standby).
”Tidak ada alasan untuk tidak berada di tempat. Camat Serbajadi dan Simpang Jernih wajib standby di lokasi guna memastikan pelayanan masyarakat di wilayah pedalaman tidak terhambat,” pungkasnya.
Informasi Tambahan
