Pemerintah Percepat Pemulihan Banjir Aceh Timur Lewat Bantuan Rp100 Miliar

sentralBerita | Aceh Timur ~ Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky menerima kunjungan kerja Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam rangka penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak banjir, Senin (16/3/2026).

Kunjungan dua menteri kabinet Presiden Prabowo Subianto tersebut dipusatkan di Pendopo Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, dengan agenda utama penyerahan bantuan secara simbolis kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial menyalurkan bantuan dengan total nilai sekitar Rp100 miliar. Bantuan tersebut mencakup santunan ahli waris korban meninggal dunia, jaminan hidup bagi pengungsi, bantuan isi hunian sementara, serta stimulus sosial ekonomi bagi masyarakat terdampak.

Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky menyampaikan bahwa total bantuan yang disalurkan mencapai Rp100.978.850.000. Rinciannya meliputi bantuan stimulus sosial ekonomi sebesar Rp38,2 miliar untuk 7.643 kepala keluarga, serta bantuan jaminan hidup sebesar Rp38,9 miliar bagi 28.831 jiwa pengungsi.

Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan Rp22,9 miliar untuk bantuan isi hunian bagi 7.643 kepala keluarga. Sementara santunan ahli waris diberikan kepada 60 korban meninggal dunia dengan total Rp900 juta, serta santunan bagi korban luka berat sebesar Rp10 juta untuk dua orang.

Menurut Bupati, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan penanganan dampak banjir yang melanda 24 kecamatan dan 454 gampong di Aceh Timur.

Ia menjelaskan, bencana yang terjadi sepanjang 2025 menyebabkan 81.603 rumah terendam dan berdampak pada 81.603 kepala keluarga atau 290.582 jiwa. Jumlah pengungsi tercatat mencapai 56.332 kepala keluarga atau 236.822 jiwa, dengan korban meninggal dunia sebanyak 58 orang.

Baca Juga :  Update Terbaru Bencana Alam di Langkat: Polisi Bergerak Cepat Lakukan Evakuasi, Pengaturan Lalulintas, dan Koordinasi Lintas Instansi

Sementara itu, data kerusakan rumah menunjukkan sebanyak 25.918 unit mengalami kerusakan, terdiri dari 16.590 rumah rusak ringan, 5.484 rusak sedang, dan 3.844 rusak berat.

Dalam laporannya, Bupati juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mengajukan berbagai bantuan kepada Kementerian Sosial. Dari total usulan bantuan stimulus sosial ekonomi untuk 25.320 kepala keluarga, sebanyak 7.643 kepala keluarga telah disetujui.

Untuk bantuan jaminan hidup, dari usulan 47.389 jiwa, sebanyak 28.831 jiwa telah mendapatkan persetujuan. Sementara bantuan isi hunian yang diajukan untuk 25.320 kepala keluarga, baru terealisasi untuk 7.643 kepala keluarga.

Selain itu, pemerintah daerah juga melaporkan perkembangan pembangunan hunian sementara (huntara). Dari total usulan 3.084 unit, sebanyak 1.966 unit telah selesai dibangun dan 1.082 unit lainnya masih dalam tahap penyelesaian.

Bupati Aceh Timur menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat terdampak bencana.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden beserta jajaran kabinet yang telah memberikan perhatian besar bagi daerah kami,” ujarnya.

Ia berharap dukungan tersebut dapat mempercepat pemulihan kondisi masyarakat pascabencana.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan bahwa penyaluran bantuan dilakukan sesuai arahan Presiden, mulai dari masa tanggap darurat hingga pascabencana.

Ia menjelaskan, pada fase darurat pemerintah telah menyediakan logistik, dapur umum, tenda pengungsian, serta dukungan lainnya bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan lembaga terkait. Sementara pada tahap pemulihan, bantuan difokuskan pada santunan korban, jaminan hidup, serta pemulihan sosial ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Polres Aceh Timur Bongkar Kasus Pembunuhan Sadis Bermotif Uang COD

Menurutnya, pemerintah juga membentuk satuan tugas khusus yang dikoordinasikan oleh Menteri Dalam Negeri untuk memastikan penanganan bencana berjalan lebih efektif.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebutkan bahwa bantuan yang disalurkan akan berdampak pada perputaran dana sekitar Rp100 miliar di Aceh Timur.

Ia menilai, selain membantu masyarakat terdampak, dana tersebut juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Dana ini akan beredar di Aceh Timur dan diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Tito juga menekankan pentingnya akurasi data dalam penyaluran bantuan agar tepat sasaran. Ia meminta pemerintah daerah untuk proaktif melengkapi data serta membentuk tim khusus dengan melibatkan unsur Forkopimda.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta sejumlah pejabat dari pemerintah pusat dan daerah.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui mekanisme langsung kepada masyarakat, termasuk melalui PT Pos Indonesia, guna memastikan transparansi dan ketepatan sasaran.

Selain itu, turut disalurkan 200 paket peralatan rumah tangga kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk kemudian didistribusikan kepada warga terdampak.

Pihak kepolisian menyatakan akan terus mendukung proses penanganan bencana serta memastikan penyaluran bantuan berjalan dengan baik, transparan, dan akuntabel. (SB/RA)

-->