Sudah Terbentuk 6.100 di Sumut, Koperasi Merah Putih Semakin Prospektif, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

sentralberita|Medan~Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Koperasi dan UKM terus mendorong penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan di Sumut. Program ini dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan usaha berbasis koperasi.
Hingga saat ini sudah terbentuk sebanyak 6.100 koperasi merah putih di desa/kelurahan di Sumut, sebanyak 5.830 koperasi aktif di Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan (Simkopdes) dan 1.021 koperasi aktif mengelola gerai kebutuhan pokok masyarakat.
“Sekarang sudah terdapat 2.645 titik lahan untuk pembangunan fisik koperasi, 527 titik di antaranya sudah dalam proses pembangunan dan 34 sudah selesai pembangunannya 100%, ” ujar Kabid Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Sumut, Pratiwi Mulya Ningrum, saat ditemui di Koperasi Merah Putih Desa Medan Krio, kecamatan Sunggal, Rabu (11/3/2026).
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini dapat membuka gerai sembako, klinik/apotek, pergudangan, kantor untuk pusat administrasi cold storage, gas, simpan pinjam dan kios pupuk.
“Koperasi Merah Putih Medan Krio ini bisa menjadi contoh baik, bagaimana kita berupaya mewujudkan inovasi dan kreativitas dalam membangun bisnis koperasi. Koperasi ini berazaskan kemandirian dan gotong royong, sehingga diharapkan dari anggota bisa mandiri dalam pengelolaannya tanpa bergantung dari pihak luar,” kata Pratiwi.
Dia menjelaskan, tantangan dalam pengelolaan koperasi ini adalah SDM pengurus yang masih belum memiliki mindset bisnis dan masih mengharapkan pinjaman dari pihak luar, untuk mengatasi hal ini Dinas Koperasi dan UKM Sumut sudah melaksanakan pelatihan kepada 12.200 pengurus Koperasi Merah Putih di Sumut.
“Harapan ke depan masyarakat Sumut bisa mandiri bersama membentuk kekuatan sapu lidi artinya dari orang per orang membentuk kekuatan bersama dalam koperasi yang ada di wilayahnya. Sebagai masyarakat kita perlu masuk menjadi anggota koperasi untuk membangun perekonomian nasional dari level desa, ” harap Pratiwi.
Ketua KDKMP Desa Medan Krio, Ummi Nadra Nasution mengatakan, koperasi ini dibentuk sejak Mei 2025 dan hingga saat ini sudah mengalami perkembangan yang pesat dapat dilihat dari peningkatan jumlah anggota hingga pengembangan sektor usaha.
Awal koperasi dibentuk jumlah anggota hanya 20 orang dan saat ini sudah berkembang menjadi 130 orang. Bidang usaha juga berkembang dari awalnya hanya pangkalan gas bersubsidi, sekarang meliputi penjualan sembako, pupuk bersubsidi dan melayani transaksi perbankan real time online yakni Brilink.
“Koperasi ini masih mandiri, modal utama dari simpanan pokok anggota sebesar Rp300 ribu per orang dan simpanan wajib Rp25 ribu per orang, dan Alhamdulillah saat ini omzet kami sekitar Rp1-3 juta per hari,” kata Ummi.
Tantangan yang dihadapi pengurus selama ini menurutnya, terkait sistem laporan keuangan yang masih manual sehingga ke depa bisa dikembangkan dengan aplikasi digital seperti toko ritel lainnya, di mana masyarakat dapat langsung mengetahui berapa poin yang dimiliki secara langsung setelah transaksi.
“Laporan keuangan ini tentu sensitif berhubungan dengan SHU anggota, kalau ada aplikasi digital anggota bisa langsung mengetahui berapa SHU nya. Harapan kami lagi SDM kita bisa diberikan pelatihan manajemen dan kalau bisa kita dibantu untuk menemukan distrtibutor utama sehingga kita bisa mendapatkan barang yang murah dan bersaing,” harap Ummi.
Kepala Desa Medan Krio, Raja Chairul Azmi mengatakan, desa Medan Krio memiliki luas sekitar 8 ribu hektare dan 300 hektare merupakan lahan pertanian dengan jumlah penduduk 17 ribu, sehingga usaha penjualan pupuk bersubsidi diyakini dapat mengembangkan koperasi tersebut.
Saat ini pembangunan fisik KDKMP Desa Medan Krio sedang dalam progres. “Lahan koperasi ini seluas 1.400 meter merupakan lahan desa dan pembangunannya sudah 80% ditargetkan sebelum Idulfitri 2026 sudah selesai,” kata Raja.
Raja berharap seluruh masyarakat Desa Medan Krio dapat ikut menjadi anggota koperasi. “Kita berharap semakin banyak yang ikut koperasi ini kalau bisa seluruh masyarakat karena semakin banyak anggota maka koperasi ini akan semakin berkembang,” jelasnya.
Anggota KDKMP Desa Medan Krio, Sri Wahyuni mengakui dirinya percaya menjadi anggota koperasi karena ini merupakan program pemerintah dan dia merasakan langsung manfaat dan pelayanan yang baik dari koperasi.
“Segala kebutuhan biasanya saya beli di sini, karena perbedaan harganya jauh dari yang lain. Contoh seperti gas 3 kg kalau di luar Rp17-18 ribu, di sini Rp16 ribu begitu juga beras SPHP di sini Rp60 ribu. Pelayanan koperasi juga sangat baik, kalau saya beli gas langsung diantar ke sepeda motor saya,” kata Sri.
