Pelaksanaan MBG di Aceh Timur Disorot Tajam

sentralberita | Aceh Timur – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Idi Rayeuk, Aceh Timur, pada Senin 23/02/26 siang, menjadi sorotan.

Program yang menyasar penguatan nutrisi siswa ini memicu dinamika di lapangan, mulai dari kemacetan arus lalu lintas hingga kendala transportasi bagi warga pinggiran.

​Titik Kemacetan di Kawasan Pendidikan

Pantauan di beberapa lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari para orang tua murid.

Di SDN 5 Tanoh Anou, arus lalu lintas sempat tersendat antara pukul 14.00 hingga 15.00 WIB akibat banyaknya kendaraan yang parkir di bahu jalan saat menjemput paket makanan.

​Kondisi serupa terjadi di Gampong Jalan, tepatnya di depan MIS Bina Benih Bangsa yang berhadapan dengan MAN 1 Idi.

Ruas jalan di kawasan ini tampak padat merayap dengan deretan kendaraan roda dua yang memenuhi sisi kiri dan kanan jalan.

Baca Juga :  Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG, Kemenag: Penyalurannya Sesuai Syariat untuk Delapan Asnaf

Banyak orang tua yang rela meluangkan waktu sore mereka untuk mengantar kembali anak-anak ke sekolah khusus demi mengambil paket MBG.

​Kendala Jarak bagi Siswa “Luar Kota”

Meskipun di pusat kota terlihat ramai, program ini menyisakan tantangan bagi siswa yang berdomisili jauh dari sekolah.

Instruksi untuk kembali ke sekolah pada sore hari dianggap memberatkan bagi mereka yang tinggal di pelosok.

​”Bagi anak-anak yang rumahnya jauh, tentu berat harus kembali lagi ke sekolah sore hari hanya untuk mengambil makanan.

Biaya transportasi dan waktu di jalan tidak sebanding, kecuali jika sekolah memang ada jadwal kelas sore,” ujar salah seorang warga di sekitar MIS Bina Benih Bangsa.

Baca Juga :  Hari Pertama Program MBG di MIN Toba Samosir Disambut Antusias Siswa

​Ketidakhadiran siswa yang tinggal jauh ini menjadi catatan penting dalam penyaluran hari ini.

Faktor efisiensi biaya dan jarak menjadi alasan utama paket MBG tidak terambil secara maksimal oleh seluruh sasaran.

​Harapan Evaluasi Mekanisme

Masyarakat berharap pemerintah atau pihak penyelenggara dapat mengevaluasi waktu pembagian.

Kedepannya, disarankan agar distribusi paket MBG dapat disatukan dengan jam pulang sekolah pagi agar seluruh siswa, baik yang tinggal dekat maupun jauh, dapat merasakan manfaat program tanpa terbebani biaya transportasi tambahan.

​Secara keseluruhan, meski terdapat kendala logistik dan dampak kemacetan di beberapa titik seperti SDN 5 dan MIS Bina Benih Bangsa, kualitas menu yang dibagikan mendapat apresiasi positif dari para wali murid yang hadir.

-->