Pulihkan Trauma Banjir Melalui Arsitektur, Relawan Prancis-Kolombia Ajak Anak Idi Rayeuk Bangkit

sentralberita |Aceh Timur ~ Sentralberita – Keceriaan terpancar di wajah puluhan anak-anak dan remaja di Gampong Jalan, Kecamatan Idi Rayeuk, Rabu 18/02/26.
Di tengah sisa trauma pasca-bencana banjir yang melanda wilayah tersebut, komunitas Rumah Baca Saleum Cahaya hadir membawa secercah harapan melalui kegiatan psikososial yang edukatif.
Mulai pukul 14.00 WIB, suasana di lokasi riuh dengan antusiasme sekitar 40 peserta.
Mereka diajak menyelami bahasa Inggris dengan konsep yang sangat relevan dengan pengalaman mereka baru-baru ini: Bencana Banjir.
Sosok Relawan dengan Misi Kemanusiaan
Kegiatan kali ini terasa spesial dengan kehadiran Laia Pascal Galvis, seorang relawan muda berkebangsaan Prancis dan Kolombia.
Laia, yang saat ini aktif menjadi relawan di Rumah Relawan Remaja (3R), membawa perspektif baru dalam proses pemulihan trauma anak-anak Aceh.
Sebagai mahasiswa arsitektur, Laia memiliki visi yang mendalam terhadap isu kebencanaan. Ia bercita-cita untuk bekerja dalam misi pemulihan pasca-bencana, khususnya dalam mengembangkan ketahanan masyarakat (community resilience).
”Saya ingin berkontribusi dalam membangun kembali kekuatan masyarakat setelah menghadapi bencana,” ungkap Laia.
Meski kemampuan bahasa Indonesianya masih terbatas, setiap instruksi dan materinya diterjemahkan dengan apik oleh Icut, yang bertindak sebagai jembatan komunikasi antara sang relawan dan peserta.
Komitmen Berkelanjutan untuk Anak Negeri
Kegiatan ini bukanlah aksi spontan semata. Ita Khairani, selaku Founder Rumah Baca Saleum Cahaya, menegaskan bahwa pendampingan psikososial merupakan agenda rutin yang terus mereka kembangkan.
”Kegiatan psikososial yang diadakan Rumah Baca Saleum Cahaya ini bukanlah yang pertama. Kami sudah pernah melakukannya beberapa kali sebelumnya dengan konsep yang berbeda-beda. Namun, prinsip kami tetap sama: kegiatan harus edukatif, menyenangkan, dan memberikan dampak nyata bagi anak-anak,” ujar Ita Khairani di sela-sela kegiatan.
Trauma Healing Melalui Edukasi
Para peserta, mulai dari usia anak-anak hingga remaja, merupakan mereka yang terdampak langsung oleh banjir di wilayah Idi Rayeuk.
Melalui metode pembelajaran bahasa, Rumah Baca Saleum Cahaya berusaha mengubah memori kelam bencana menjadi proses pembelajaran yang positif.
Materi yang diajarkan mencakup kosakata dasar terkait alam dan keselamatan diri. Interaksi langsung dengan warga asing seperti Laia terbukti efektif meningkatkan rasa percaya diri para peserta, sekaligus membuka wawasan global mereka.
Harapan Pasca-Bencana
Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi generasi muda di Idi Rayeuk untuk terus bangkit.
Sinergi antara dedikasi Ita Khairani, keahlian arsitektur kemanusiaan dari Laia, serta semangat para relawan lokal menjadi bukti bahwa pemulihan pasca-bencana dimulai dari penguatan mental dan pendidikan generasi mudanya.
