31 Siswa MAN 2 Padangsidimpuan Raih Enam Medali di Kompetisi Riset Internasional

sentralberita|Medan ~31 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Padangsidimpuan meraih enam medali, terdiri atas tiga emas dan tiga perak, dalam kompetisi riset internasional Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF) dan International Young Moslem Inventor Award (IYMIA) tahun 2026.
Kompetisi internasional tersebut digelar pada 7–18 Januari 2026 secara hybrid. Kompetisi secara daring berlangsung pada 7–9 Januari 2026, sedang luring pada 15–18 Januari 2026 di Institut Pertanian Bogor. Ajang ini diikuti peserta dari sembilan negara dan mempertandingkan karya penelitian dari berbagai bidang, antara lain life science, innovation science, social science, environmental science, dan engineering.
“Semoga budaya meneliti di lingkungan madrasah terus bertumbuh dan berkembang. Menjadi penyemangat bagi para siswa dalam mengembangkan bakat bidang penelitian dan teknologi. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan pendidikan bagi seluruh masyarakat Tapanuli Bagian Selatan dan masyarakat Indonesia,” kata Kepala MAN 2 Padangsidimpuan, Lobimartua Hasibuan, Sabtu (7/2/2026).
Enam tim penelitian MAN 2 Padangsidimpuan mempresentasikan karya ilmiahnya di hadapan dewan juri dari Indonesia, termasuk praktisi pendidikan bidang penelitian dari Institut Pertanian Bogor sebagai tuan rumah GYIIF dan IYMIA.
Pada GYIIF, Kelompok Ilmiah Remaja MAN 2 Padangsidimpuan (KIRMANDA) meraih tiga medali, terdiri atas satu emas dan dua perak. Medali tersebut diraih oleh tim binaan guru pembimbing Bitorian Richy Ashwido, Ahmad Sofyan Siregar, dan Anti Khairani Rambe, yang mengangkat tema social science, life science, dan innovation science.
Sementara itu, pada ajang IYMIA, KIRMANDA kembali meraih tiga medali, terdiri atas dua emas dan satu perak. Prestasi tersebut diraih oleh tim binaan Bitorian Richy Ashwido, dan Zulfizein Maaliki, dengan tema penelitian innovation science, life science, dan environmental science.
“Alhamdulillah para siswa kita begitu antusias dalam mengikuti kegiatan ini, dibuktikan dengan kemampuan mereka dalam presentasi online berbahasa Inggris. Selama presentasi di depan para dewan juri, anggota tim bekerja sama dan mampu menjawab pertanyaan dengan baik. Pertanyaan-pertanyaan ilmiah ini diberikan oleh para dewan juri yang berasal dari IPB University dan pihak penyelenggara. Semoga kedepannya mendapatkan hasil yang lebih baik,” kata ketua tim pembimbing penelitian, Bitorian Richy Ashwido.
