Program Makan Bergizi Gratis Mulai Beroperasi di Jati Mulyo, Hampir Seribu Siswa Terima Manfaat
sentralberita | Serdang Bedagai ~ Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi mulai beroperasi di Dusun I, Desa Jati Mulyo, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai, pada Senin (26/1/2026). Program ini langsung menyasar sebanyak 995 siswa dari berbagai jenjang pendidikan.
Program MBG merupakan salah satu kebijakan prioritas nasional Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus membangun sumber daya manusia unggul sejak usia dini.
Operasional dapur MBG di Jati Mulyo dikelola oleh SPPG Jati Mulyo di bawah kepemimpinan Ketua SPPG, M. Fikri HSB. Sejak pagi hari, puluhan petugas tampak sibuk menyiapkan ratusan porsi makanan untuk kemudian didistribusikan langsung ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
Sebanyak 13 satuan pendidikan menjadi sasaran program ini, mulai dari jenjang PAUD, TK, SD hingga SLB. Sekolah penerima manfaat tersebut antara lain SDN 104262 Jati Mulyo, SDN 106838 Jati Mulyo, SDN 101939 Melati, SDN 105368 Karang Anyar, SLB Negeri Serdang Bedagai, RA Ishlahul Ummah, TK Melati Jaya, TK As-Shuddin, TK Alsirah Bustanul Athfal, TK Annida, TK Al-Husna, PAUD Al-Husna, serta TPA Al-Mukmin.
Distribusi makanan dilakukan secara langsung ke masing-masing sekolah guna memastikan kualitas, kebersihan, dan ketepatan waktu tetap terjaga hingga sampai ke tangan para siswa.
Pada hari pertama beroperasi, menu yang disajikan telah dirancang sesuai standar gizi seimbang, terdiri dari nasi putih, ayam goreng, orek tempe, tumis brokoli dan wortel, serta buah pisang. Kombinasi karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayuran, serta buah segar tersebut diharapkan mampu menunjang kebutuhan energi dan konsentrasi belajar siswa selama di sekolah.
Ketua SPPG Jati Mulyo, M. Fikri HSB, menegaskan komitmen pihaknya dalam menjaga kualitas makanan sejak pemilihan bahan baku hingga proses pengolahan.
“Ini hari perdana operasional. Alhamdulillah hampir seribu porsi berhasil kami siapkan dan distribusikan. Kami pastikan makanan bersih, sehat, dan tepat waktu agar anak-anak bisa belajar dengan lebih semangat,” ujarnya.
Selain pengolahan makanan, aspek logistik dan keuangan juga mendapat pengawasan ketat. Ibu Dira, selaku akunter MBG Jati Mulyo, bertanggung jawab memantau keluar-masuk bahan pangan sekaligus pengelolaan anggaran program.
“Kami melakukan pengecekan langsung terhadap setiap bahan yang masuk, baik sayur, buah, maupun lauk pauk. Semua harus segar dan sesuai standar agar gizi anak-anak benar-benar terjaga,” jelasnya.
Program MBG merupakan bagian dari strategi nasional pemerintah untuk menekan angka stunting, meningkatkan kesehatan anak, serta memperkuat kualitas pendidikan. Asupan gizi yang cukup dinilai berperan penting dalam membentuk generasi yang cerdas, aktif, dan produktif.
Kehadiran dapur MBG Jati Mulyo mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun orang tua siswa. Selain membantu pemenuhan gizi anak, program ini juga dinilai mampu meringankan beban ekonomi keluarga.
Sejumlah guru mengungkapkan, para siswa terlihat lebih antusias dan bersemangat saat jam makan karena mendapatkan menu sehat secara gratis.
Dengan beroperasinya dapur MBG di Jati Mulyo, diharapkan program ini dapat berjalan secara berkelanjutan serta menjangkau lebih banyak sekolah di wilayah Kecamatan Pegajahan dan sekitarnya.
“Semoga ini menjadi langkah awal untuk menciptakan generasi Sergai yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” pungkas Fikri. (SB/ARD)
