Warga Keluhkan Air Sering Mati di Parapat, Dirut PDAM Tirta Lihou Sulit Dihubungi

sentralberita|Simalungun~ Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Girsang Sipangan Bolon menggelar forum diskusi bersama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lihou Kabupaten Simalungun dan masyarakat Kota Wisata Parapat, Senin (12/01/2026).
Forum diskusi tersebut digelar sebagai respons atas banyaknya keluhan masyarakat terkait seringnya krisis air bersih di wilayah Parapat. Warga mengeluhkan pasokan air yang kerap mati tanpa pemberitahuan, bahkan air yang mengalir sering dalam kondisi keruh.
Camat Girsang Sipangan Bolon, Viktor Saragih, mengatakan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapat perhatian serius, khususnya dari PDAM Tirta Lihou.
“Kami menerima banyak laporan dari masyarakat terkait air yang sering tidak mengalir. Melalui forum ini, kami berharap ada penjelasan terbuka dari PDAM sekaligus solusi konkret agar pelayanan kepada masyarakat dapat lebih baik,” ujar Viktor.
Anggota DPRD Kabupaten Simalungun, Eva Rontaline Sinaga, mengungkapkan bahwa keluhan warga Parapat telah berulang kali ia sampaikan kepada pihak PDAM, baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat. Namun hingga forum diskusi digelar, tidak mendapat respons dari Direktur Utama PDAM Tirta Lihou.
“Pesan yang saya kirimkan terkait krisis air bersih di Parapat tidak mendapat jawaban. Jadi saya berharap ke depan, siapa pun yang menghubungi agar direspons, khususnya oleh pimpinan PDAM,” tegas Eva.
Eva yang juga tokoh masyarakat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon meminta PDAM Tirta Lihou Cabang Parapat meningkatkan pelayanan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.
“Mari sama-sama melayani masyarakat dengan baik, ikhlas, dan tulus dengan mencari solusi untuk mencukupi pasokan air bersih. Kami di DPRD juga hadir untuk mendengar dan memperjuangkan keluhan masyarakat,” ujarnya.
Salah seorang warga Parapat, Monang Manik, meminta PDAM bersikap jujur dan transparan kepada masyarakat.
“Kami membayar tagihan, tapi air sering tidak mengalir. Warga Kota Wisata Parapat menjerit kebutuhan air bersih. Selain sering mati, air juga kerap keruh, terutama pada siang hari,” keluhnya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PDAM Tirta Lihou Kabupaten Simalungun, Dodi Mandalahi, menjelaskan bahwa gangguan distribusi air pada akhir tahun 2025 disebabkan terputusnya pipa transmisi berukuran besar.
“Kami menyadari masih banyak kekurangan. Selain itu, penyangga pipa di wilayah tebing sering hilang. Saat ini kami terus melakukan perbaikan jaringan secara bertahap dan mencari alternatif sumber air agar distribusi lebih stabil,” jelas Dodi.
Sebagai langkah konkret, Dodi menyampaikan rencana pembangunan sumur bor di area reservoir HKBP untuk mengatasi gangguan pelayanan di Parapat. Ia juga meminta pendampingan dari pihak terkait dalam penagihan tunggakan pelanggan yang mencapai Rp541.619.000.
Forum diskusi tersebut turut dihadiri Kapolsek Parapat AKP Manguni W.D. Sinulingga, Danramil II Parapat Kapten (Inf) P. Sitorus, sejumlah tokoh masyarakat Parapat, serta jajaran PDAM Tirta Lihou Kabupaten Simalungun. (Fer)
