Bangkitkan Senyum Anak-Anak Korban Banjir dan Longsor, Saleum Cahaya Gelar Trauma Healing di Idi Rayeuk
sentralberita | Aceh Timur ~ Raut keceriaan kembali terpancar di wajah puluhan anak-anak penyintas bencana di Aceh Timur.
Sebanyak 55 anak yang menjadi korban banjir bandang dan tanah longsor mengikuti kegiatan dukungan psikososial yang diselenggarakan oleh komunitas Yayasan Saleum Cahaya Abadi Nusantara (SCAN), Minggu (11/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Saleum Cahaya, Idi Rayeuk ini ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat hanyut terbawa arus, tertimbun longsor, maupun yang rumahnya terendam banjir cukup parah.
Pemulihan Lewat Literasi dan Bermain
Selama kurang lebih tiga jam, para relawan mengajak anak-anak melupakan sejenak memori kelam bencana melalui berbagai aktivitas edukatif. Program pemulihan trauma (trauma healing) ini dikemas dalam bentuk:
• Baca Nyaring (Read Aloud): Mengajak anak-anak berimajinasi melalui cerita yang inspiratif.
• Mewarnai: Ruang ekspresi visual untuk mengalihkan kecemasan.
• Permainan Bersama: Membangun kembali interaksi sosial dan keceriaan antar sesama penyintas.
Suasana semakin hangat dengan pembagian paket makanan ringan yang merupakan donasi murni dari swadaya masyarakat sekitar yang turut peduli terhadap nasib para penyintas.
Komitmen Pendampingan Pascabencana
Pendiri Saleum Cahaya, Ita Khairani, dalam sambutannya menekankan pentingnya kehadiran pendamping di tengah masyarakat pada masa pemulihan pascabencana.
Menurutnya, bantuan fisik berupa logistik harus sejalan dengan bantuan psikis.
”Keberadaan Saleum Cahaya di tengah masyarakat pasca bencana bertujuan memberikan dukungan nyata, baik secara psikososial maupun sebagai jembatan untuk menyalurkan amanah para donatur kepada para penyintas,” ujar Ita Khairani saat membuka kegiatan.
Kegiatan yang dipandu oleh tim relawan tersebut berjalan interaktif. Meski berangkat dari latar belakang kesedihan akibat kehilangan harta benda, anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesi hingga akhir acara.
Melalui aksi ini, diharapkan kondisi mental anak-anak di Idi Rayeuk dapat segera pulih, sehingga mereka memiliki keberanian dan semangat untuk kembali menata masa depan pasca bencana alam yang melanda wilayah tersebut.01/red
