Tanggap Darurat Bencana,Harga Pertalite Di Madina Tembus Rp.80.000/ Liter

sentralberita | Madina – Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) salah satu wilayah di Sumatera Utara yang turut menjadi korban bencana banjir dampak curah hujan yang terus menerus,baru – baru ini.

Masih belum pulih luka derita,akibat banjir dan longsor, warga Madina saat ini dihadapkan dengan kelangkaan Bahan Bakar Minyak ( BBM). Memasuki masa tanggap darurat selama 14 hari Aktifitas warga nyaris lumpuh,roda ekonomi terganggu, harga – harga juga melambung tinggi, bahkan harga cabai merah sempat menembus angka RP. 120.000.

Memasuki bulan Desember,cuaca makin membaik, namun di sejumlah depot SPBU di Madina mengalami kekosongan, akibat pasokan yang minim selama penghujan.

Pihak Pertamina berupaya melakukan penyaluran BBM langsung dari Dumai Riau,namun tidak dapat langsung memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk mencari keuntungan tanpa memikirkan orang lain yang baru saja ditimpa musibah.

Antrean panjang selama 4 hari terakhir di sejumlah SPBU di kawasan Panyabungan, mulai dari SPBU Aek Korsika, SPBU Pasar Baru, SPBU Aek Galoga dan SPBU Aek Godang diwarnai antrian panjang berhari – hari.

Baca Juga :  Semburan Lumpur Panas Kembali Ancam Warga Madina, Walhi Sumut: Cabut Izin PT SMGP!

Temuan wartawan,dari pengakuan warga, mengaku sempat mengantri hampir 24 jam, bahkan menginap di seputaran SPBU hanya untuk mendapatkan minyak kendaraannya.

Namun ditengah kesulitan warga,kondisi ini malah digunakan untuk mengeruk keuntungan pribadi oleh mafia – mafia kampung.

Bahkan ada angkutan umum ( angkot) terekam kamera yang baru selesai mengisi BBM, langsung menyedot kembali minyak ke dalam jerigen, kemudian ada yang menjemput, sedang ia kembali ikut mengantri untuk mengisi BBM angkotnya.

Sejak 3 hari lalu,sejumlah orang menjual bahkan menjajakan BBM jenis pertalite ke wilayah kecamatan dan pedesaan dengan harga sangat tinggi

Seperti halnya di Desa Binanga, Bangun Sejati sempat ada pihak – pihak yang menawarkan minyak pertalite dengan harga bervariasi mulai 30 50 ribu rupiah per liter.

Baca Juga :  Wakil Bupati Asahan Sidak BBM SPBU Simpang Tanjung Alam

Bahkan informasi,kamis (4/12) di Desa Hutabangun kecamatan Panyabungan Timur, harga gelap BBM pertalite tembus Rp80. 000 per liter.”Iya benar disini harga pertalite 80 ribu”, boru Batubara sembari menyatakan terpaksa karena sangat butuh untuk minyak kenderaan ke ladang.

Aksi mafia kampung yang manfaatkan kondisi ini masih terus berlangsung, hingga berita ini dikirim ke Redaksi, masih ditemukan penjualan pertalite dg harga “gila”, namun anehnya Polres Madina nampaknya belum ada melakukan tindakan tegas, meski Rabu kemarin (3/12) Kapolres Ari Paloh menyebutkan akan menindak penjualan BBM di luar SPBU.

Upaya konfirmasi yang dilakukan ke Humas Polres, Madina belum berhasil, karena para pejabat saat ini sedang sibuk menyambut dua Menteri yang berkunjung ke wilyah ini.

” Saat ini lagi standby di Rumah Dinas Bupati bang”, katanya Ipda Fahrul Simanjuntak.

Meski telah di kirim pesan konfirmasi melalui pesan aplikasi whatsapp juga belum mendapat respon.(FS)

-->