Bersama Komunitas Gober, Bupati Sergai Tinjau SMPN 1 Pantai Cermin dan Ajak Siswa Bersepeda ke Sekolah
sentralberita | Serdang Bedagai ~ Bupati Serdang Bedagai H Darma Wijaya terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan cara unik. Setiap akhir pekan, dirinya rutin bersepeda mengunjungi berbagai desa di Sergai. Kegiatan ini bukan sekadar olahraga, melainkan juga menjadi kesempatan untuk menyapa warga serta meninjau fasilitas umum.
Bupati yang akrab disapa Wiwik ini bersama komunitas sepeda Goes Bersama (Gober) menyambangi SMP Negeri 1 Pantai Cermin. Didampingi sejumlah kepala OPD dan Camat, Darma Wijaya menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah Sabtu (13/9/2025) pagi,
“Setiap kali singgah ke sekolah, hal pertama yang saya tinjau adalah toilet. Mengapa? Karena toilet yang bersih akan menciptakan suasana belajar yang nyaman sekaligus menanamkan kebiasaan higienis kepada siswa sejak dini,” ujarnya.
Selain meninjau, Darma Wijaya juga berbagi motivasi kepada para pelajar. Ia mengingatkan bahwa kunci kesuksesan tidak hanya dari belajar di sekolah, tetapi juga dari sikap hormat kepada orang tua.
“Adik-adik, kalau mau sukses, cintai orang tuamu. Sepulang sekolah, bantu mereka, jangan manja. Dan biasakan bersepeda ke sekolah. Itu sehat sekaligus melatih kemandirian,” tambahnya.
Bupati juga menitipkan pesan kepada guru agar lebih memperhatikan siswa, terutama terkait penggunaan handphone dan kendaraan bermotor. Ia berharap para pendidik menjadikan kebersihan toilet sebagai tolok ukur dalam menilai kebersihan sekolah.
Tak hanya soal sekolah, Darma Wijaya turut mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga infrastruktur publik. “Jalan, jembatan, irigasi, sekolah, dan fasilitas umum lainnya adalah aset bersama. Pemerintah membangun, tapi masyarakat juga harus ikut menjaga dan merawatnya,” tegasnya.
Di sela kunjungan tersebut, Ketua KONI Sergai, H Usman Efendi Sitorus, turut memberi apresiasi. Menurutnya, semangat Bupati tidak hanya sebatas membangun fisik, melainkan juga membangun mental masyarakat.
“Bersepeda usai salat subuh, mengunjungi sekolah, dan berdialog dengan siswa adalah bukti bahwa Pak Wiwik memimpin dengan hati. Beliau membangun bukan hanya infrastruktur, tapi juga membentuk karakter,” kata pria yang akrab disapa H Ustor itu.
Ia menegaskan, pembangunan yang sudah ada adalah aset masyarakat. Karena itu, semua pihak harus punya kesadaran kolektif untuk merawat dan menjaganya.
“Pemerintah memang bertugas membangun. Tapi urusan menjaga dan merawat, itu tanggung jawab kita semua sebagai masyarakat,” tandasnya. (SB/ARD)
