Pertina Sumut Komit Sumbangkan Prestasi di PON

sentralberita | Medan ~ Pertina Sumut tetap komit untuk menyumbangkan prestasi terbaik bagi kontingen PON Sumut dengan memenuhi target 10 medali emas, meski dukungan yang diberikan pemerintah provinsi dirasakan belum maksimal.

Ketua Pengprov Pertina Sumut Sabam Parulian Manalu, SE MAP mengungkapkan hal tersebut seusai acara Bincang Santai tentang olahraga di Pusdiklat Pertina Sumut, Martubung, Jumat (9/2).
“Dengan dukungan yang minimal, kita tetap optimis dan tetap mencoba memberi hasil yang maksimal di PON 2024 nanti,” ujar Sabam P Manalu.

Pertina Sumut disebutkan tetap komit dengan upaya memenuhi targetnya untuk meraih 10 medali. Target itu, tak hanya untuk mengharumkan nama Sumut, tetapi sebagai upaya untuk memperbaiki masa depan atlet dengan prestasi yang didapat. “Sebab itu orientasi Pertina adalah prestasi, untuk mengharumkan nama Sumut dan merubah kehidupan dan masa depan atlet,” kata Sabam Manalu.
Sabam yang juga calon anggota DPR RI Sumatera Utara ini, mengungkapkan mengenai apa yang telah dilakukan Pertina Sumut selama ini dalam upaya mencapai target PON. Tak hanya membangun Pusdiklat Tinju di Martubung, juga telah 3 tahun menggelar TC untuk mempersiapkan atlet tinju Sumut menghadapi PON.

Dalam waktu dekat, kemampuan atlet tinju Sumut juga akan diuji dalam kejuaraan tinju Negara Serumpun di Medan pada bulan Mei 2024. “Kejuaraan internasional Negara Serumpun dijadwalkan bulan Mei dan akan diikuti Malaysia, Singapura, Brunei dan negara serumpun lainnya. Kita akan menguji kemampuan atlet Pelatda Sumut dalam event ini,” ungkap Sabam.
Jika Pemprovsu memberi dukungan dana, Pertina Sumut juga memprogramkan try-out dan mendatangkan pelatih luar negeri.
Bincang Santai dengan tema Meningkatkan Potensi Olahraga Sumut dalam PON XXI Aceh-Sumut 2024, membahas mengenai pentingnya untuk meningkatkan kemampuan fisik atlet, dengan pembicara utama, Koordinator SC (strength condition) KONI Sumut, Dr Basyarudin Daulay, dan Sabam P Manalu, peraih medali perak Asian Games, Saroha Tua Lumbantobing dan Ketua PPFI Sumut Don Juan Tambunan.

Baca Juga :  Nomor LKKB Asa Terakhir Kontingen Kalimantan Tengah Bawa Pulang Medali dari Cabor Drumband

Sabam menjelaskan digelarnya Bincang Santai ini untuk mensosialisasikan dan menggaungkan PON Aceh-Sumut, sembari mencari masukan untuk bagi pembinaan atlet. “Kita gelar Bincang Santai untuk mensosialisasikan PON, sebab selama ini menurut perhatian kita yang tau PON hanya KONI dan Cabor, masyarakat belum begitu tahu mengenai akan digelarnya PON,” sebut Sabam.

Kemampuan Fisik
Sabam juga mengakui pentingnya meningkatkan kemampuan fisik untuk meningkatkan performa petinju. “Tanpa kemampuan fisik prima, kemampuan tehnik seorang atlet tidak akan keluar secara maksimal,” kata Sabam.
Sebab itu, demi meningkatkan performa atlet, menjelang kejuaraan internasional yang akan berlangsung di Sumut, Pertina akan membawa atlet tinju Pelatda berlatih fisik ke luar daerah, rencananya berlatih di Sidikalang, selama 3 bulan.

Terkait kekurangan anggaran atlet Sumut dalam persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 yang kini menjadi perbincangan hangat insan olahraga Sumut, Sabam Parulian Manalu, SE MAP, sebagai praktisi olahraga berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) bisa membuka hati dan perasaan. “Saya harap, Pemprovsu mau membuka hati dan perasaan, untuk memberi anggaran yang cukup untuk persiapan atlet Sumut,” ucap Sabam.

Menurut Sabam Manalu, provinsi Sumatera Utara yang telah jor-joran menghabiskan dana hampir satu triliun untuk membangun venue, gedung serta pembangunan fisik untuk PON 2024, gara-gara kekurangan anggaran untuk atlet yang hanya 100-200 milyar, nantinya yang naik podium sebagai juara justru atlet dari provinsi lain, hal ini tentu sangat miris.
“Kita harapkan dengan begitu gencarkan sekarang pembangunan venue, kita berharap yang menikmati podium juara dan naik podium sebagai juara adalah anak-anak Sumut. Sebab itu, tolong Pemprovsu juga memberikan perhatian dana untuk persiapan yang akan dilakukan anak Sumut,” ujar Sabam.

Baca Juga :  Volunteer Humas PON untuk Voli Indoor: Suka Duka di Balik Layar

Terkait untuk memotivasi atlet agar berprestasi di PON, dalam kapasitas sebagai Ketua Pengprov Pertina Sumut, menurut Sabam komponen penting yang perlu diperhatikan adalah pelatih dan atlet. “Atlet berprestasi perlu dipersiapkan dan dijanjikan masa depan, bukan hanya sekedar uang pembinaan. Atlet pasti membutuhkan masa depannya. Saya berharap Pemprovsu bisa berjanji untuk memberikan masa depan kepada atlet Sumut yang berprestasi. Sementara, pelatih harus mendapat perhatian dana pembinaan lebih besar dari yang mereka dapat selama ini,” kata Sabam.
Sementara Kordinator SC Sumut, Basyarudin Daulay sebagai nara sumber utama dalam Bincang Santai yang digelar Pertina Sumut mengatakan keberadaan SC ( Strength Conditioning) atau Pelatih Gisik yang awalnya merasa tidak dibutuhkan akhirnya dengan kinerja yang baik kini sangat dibutuhkan.

Periode Januari hingga hari H Pelaksanaan PON tugas SC memastikan bahwa semua unsur kondisi fisik dan yang predominan harus sudah dalam kategori baik.
Bagi atlit yang potensial mendapatkan medali emas dibutuhkan uang saku memadai, suplemen,.peralatan latihan, try out dan training camp di luar negeri serta mendatangkan tenaga ahli/ pelatih asing.
((01/red)

-->