Propam Polda Aceh Turut Investigasi Kematian Briptu Wendi

Dari 17 anggota Polres Aceh Timur yang diperiksa Propam itu dua di antaranya jabatan perwira menengah. Kemudian ada dua perwira pratama dan 13 bintara.(f-ist)

sentralberita | Aceh Timur ~ Propam Polda Aceh melakukan pemeriksaan terhadap 17 personel Polres Aceh Timur dan dua warga sipil buntut tewasnya personel Satres Narkoba polres setempat bernama Briptu Wendi Pratama yang ditemukan tak bernyawa dirumahnya dengan luka tembak pada bagian kepala.

Dari 17 anggota Polres Aceh Timur yang diperiksa Propam itu dua di antaranya jabatan perwira menengah. Kemudian ada dua perwira pratama dan 13 bintara.

Mereka diperiksa berawal dari yang pertama datang ke tempat kejadian perkara (TKP), dan yang saat itu sudah ada di sana.

“Ada 4 perwira yaitu 2 pamen dan 2 pama, serta 13 bintara. Di dalam yang diperiksa ada yang datang awal ke TKP, dan di sekitar TKP saat kejadian, saat masih ada interaksi dengan almarhum Briptu WP beberapa jam sebelum kejadian,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy.

Secara keseluruhan, kata Winardy, 19 orang sudah diperiksa Propam Polda Aceh. Sehingga pihaknya saat ini masih menunggu hasil labfor untuk menyimpulkan apa motif dan kronologis tewasnya Briptu Wendi.

“Total jadi 19 orang yang diperiksa Bid Propam Polda Aceh. Sambil menunggu hasil labfor, Bid Propam akan menyimpulkan motif dan kronologis, yang akan kita umumkan setelah hasil labfor keluar,” ucapnya.

Dari hasil forensik yang dilakukan dokter di RSUD Kota Langsa, kata Winardy tewasnya Briptu Wendi mengarah ke bunuh diri. Namun, Polda Aceh masih menunggu serangkaian pemeriksaan yang masih berjalan.

Baca Juga :  Dinkes Aceh Timur Ikuti Program TCK-EMT Dari Kemenkes

Adapun sampel yang kini tengah diuji di labfor yaitu, sampel serbuk/serpihan dari tangan korban kemudian uji balistik senjata api dan proyektil yang ditemukan di TKP.

“Polda mengedepankan Scientific Investigation untuk pembuktiannya tersebut,” ucap Winardy.

Diberitakan sebelumnya, Briptu Wendi Pratama ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala bagian kanan tembus ke kiri di rumahnya di Desa Seuneubok Punteut, Kecamatan Peudawa, Kabupaten Aceh Timur pada Kamis (25/8).

Korban pertama kali ditemukan tewas oleh Kasatres Narkoba Polres Aceh Timur, lalu melaporkan peristiwa itu ke tim inafis.

“Ya. Pada saat itu Kasat Resnarkoba yang menemukan pertama kali, lalu melaporkannya,” kata Winardy, Jumat (26/8).

Pihak Keluarga Tidak Percaya Korban Bunuh Diri
Keluarga seorang personel Satres Narkoba Polres Aceh Timur Briptu Wendi Pratama yang ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala tidak percaya bahwa almarhum meninggal karena bunuh diri.

Paman Briptu Wendi, Sugiarno bahkan terkejut mendengar adanya informasi yang beredar, bahwa almarhum meninggal karena bunuh diri. Menurutnya hal itu tidak mungkin dilakukan Briptu Wendi.

“Kami terkejut, kami pihak keluarga tidak percaya bahwa almarhum melakukan itu,” kata Sugiarno, Minggu (28/8).

Briptu Wendi merupakan warga Desa Jambur Labu, Kecamatan Bireuen Bayeun, Aceh Timur. Selama dinas di Polres setempat, ia tinggal seorang diri di Desa Seuneubok Punteut, Kecamatan Peudawa.

Menurut pihak keluarga, setiap akhir pekan Briptu Wendi selalu pulang ke kampung untuk bertemu orangtuanya. Di kampung, ia dikenal sebagai sosok yang ceria dan selalu berbaur dengan warga.

Baca Juga :  Rumah Baca Saleum Cahaya Terima Bantuan Pemerintah Untuk Komunitas Penggerak Literasi

Bahkan warga kampung tempat tinggalnya juga tidak percaya bahwa almarhum bunuh diri. “Jangankan keluarga, warga di sini saja tidak percaya dia bunuh diri,” kata Sugiarno.

Sugiarno menerangkan sejauh ini Briptu Wendi tidak memiliki masalah dengan keluarga maupun di lingkungan kampungnya sendiri. Di mata keluarga ia merupakan sosok pekerja keras.

“Di keluarga dia tidak ada masalah apa-apa sama warga juga begitu, karena dia baik dan tidak ada kelakuan yang aneh-aneh,” ucapnya.

Diketahui sebelumnya, Briptu Wendi ditemukan tewas di rumahnya dengan luka tembak di kepala sebelah kanan tembus ke kiri, pada Kamis (25/8).

Menurut Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, ia pertama kali ditemukan tewas oleh Kasatres Narkoba Polres Aceh Timur, lalu melaporkan peristiwa itu ke tim inafis.

“Ya. Pada saat itu Kasat Resnarkoba yang menemukan pertama kali, lalu melaporkannya,” kata Winardy, Jumat (26/8).

Dari informasi yang berkembang, sebelum ditemukan tewas Briptu Wendi diduga berencana akan melakukan pengungkapan kasus narkotika yang terjadi di wilayah itu. Namun, Winardy menyebut informasi tersebut masih terus didalami.

“Itu masih kita dalami (soal pengungkapan kasus narkotika). Makanya ada tim propam yang datang ke sana untuk pemeriksaan secara internal, semua rekan kerjanya akan kita lakukan pemeriksaan mendalam,” kata Winardy.

Untuk itu Polda Aceh masih melakukan pendalaman untuk menentukan motif tewasnya Briptu Wendi termasuk indikasi melakukan bunuh diri.

“Kita kedepankan Scientific Crime Investigation untuk menentukan apakah benar yang bersangkutan itu menembak dirinya sendiri, makanya kita harus buktikan,” tutupnya. (SB/RA)

-->