Gubsu Klaim Kasus Corona di Sumut Turun 29 Persen Efek PPKM

sentralberita | Medan  ~ Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi mengklaim terjadi penurunan angka positif virus Corona atau COVID-19 sebesar 29 persen. Edy mengatakan penurunan ini efek Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

“Tiap malam kita rapikan (kegiatan masyarakat). Dengan kita rapikan itu, ini turun 29 persen,” ucap Edy di DPRD Sumut, Medan, dikutip Selasa (1/6).

Edy mengatakan angka ini turun secara signifikan. Dia menyimpulkan penyebaran virus Corona ini paling banyak terjadi pada malam hari.

“Bisa kita tahu, yang menularkan malam hari,” katanya.

Dugaan Edy tersebut dilandasi karena PPKM mikro ini mengatur pembatasan kegiatan masyarakat pada malam hari. Menurutnya, berkurangnya aktivitas warga saat malam hari membuat angka positif Corona menurun.

Karena dinilai efektif, Edy mengatakan PPKM mikro di Sumut akan diperpanjang. PPKM akan terus diterapkan untuk menekan angka penyebaran virus.

“Kita perpanjangan terus sampai COVID-19 bisa kita kendalikan,” jelasnya.

Di lokasi berbeda, saat meninjau RS Martha Friska Medan, Edy mengatakan kasus Corona di Sumut sempat meningkat saat libur lebaran yang lalu. Edy mengatakan hal itu karena banyaknya pekerja migran Indonesia (PMI) yang pulang ke Indonesia melalui Sumut.

“Setiap hari besar, melimpah nya pekerja migran Indonesia pulang dari Malaysia, pasti meningkat disini (angka positif Corona),” ucapnya.

Edy mengatakan pihaknya terus memantau kedatangan PMI yang datang melalui jalur resmi seperti bandara. Namun PMI yang datang melalui jalur tidak resmi (ilegal) tidak dapat terpantau.

“Tenaga-tenaga perkebunan dari Malaysia, mau lebaran kemarin pulang mereka semua. Itu yang dia pulang ke Tapanuli Utara, kemana-mana, akhirnya membuat daerah itu terpapar,” jelas Edy.

“Itu kita akan ambil langkah, pernah dibuat Wali Kota Tanjungbalai, dibuatkan tempat isolasi di Tanjungbalai. Tetapi begitu wali kota ini saat ini sedang mengalami persoalan hukum, sehingga isolasi disana terbengkalai. Ini yang harus kita evaluasi,” tambahnya.(dtc)