Junjung Toleransi Beragama di Taput, Bripka Junior Hutabarat Bangun Masjid Rp2 Miliar Himpun Dana Bersama

sentralberita | Tapanuli Utara ~ Bripka Junior Hutabarat, personel Bhayangkara pembinaan keamanan ketertiban masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polres Tapanuli Utara sukses berjuang mewujudkan nilai-nilai toleransi beragama di wilayah tugasnya melalui penggalangan dana pembangunan Masjid Al Huda berbiaya Rp2 miliar di Desa Simangumban Jae, Kecamatan Simangumban, Taput.

“Hidup itu harus bermanfaat bagi orang lain tanpa memandang agama, suku, dan lainnya,” ujar Junior saat ditemui di Simangumban, dikutip Kamis (29/4).

Prinsip hidup yang diyakini serta tugas dan kewajiban seorang personil bhabinkamtibmas yang diemban, kata Junior, meneguhkan langkah upaya yang ditempuh dalam menggalang dana untuk pembangunan Masjid Al Huda.

Awalnya, Masjid Al Huda yang tetap digunakan jamaah meski dalam kondisi memprihatinkan dan sangat mendesak untuk diperbaiki, melahirkan niat tulusnya untuk menggalang dana perbaikan bangunan masjid.

Penganut agama Kristen inipun mengutarakan niatannya dan mendapat sambutan positif dari pimpinan masjid.
Sebab, upaya perbaikan dimaksud juga telah lama membebani pikiran pimpinan masjid, tokoh agama setempat, serta para jamaah di sana.
“Saya sedih saat menyaksikan jamaah berbaris di luar masjid untuk mengikuti salat karena keterbatasan daya tampung bangunan, pun kondisi bangunan yang sangat membutuhkan perbaikan,” ungkapnya.

Gayung bersambut, niatan tulus Bripka Junior untuk menggalang dana direalisasikan dengan pembangunan masjid yang diawali pada Januari 2019 lalu.

“Meski tidak sedikit aral dan tantangan menghadang, namun saya tetap teguhkan hati untuk menemui para pihak yang rela memberikan donasi untuk membantu pembiayaan pembangunan masjid,” jelasnya.

Tak hanya oleh kenalan dekatnya, niatan untuk turut berpartisipasi dalam pembiayaan pembangunan masjid yang diutarakan Bripka Junior juga disambut hangat sejumlah pengusaha, perantau, maupun pihak gereja di wilayah itu

Alhasil, sejak 2019 hingga saat ini, progres pembangunan masjid telah mencapai 95 persen, dan tak pernah terbayangkan oleh siapapun, keberadaan bangunan megah Masjid Al Huda bak mimpi bagi para jamaahnya.
Setidaknya hal itu diungkapkan Pardomuan Simanjuntak, Ketua Pengajian Al Fatih di wilayah itu.

“Kami tak pernah menyangka, Masjid Al Huda bisa semegah ini. Terimakasih banyak Pak Bripka Junior,” sebutnya.
Menurutnya, peran aktif Bripka Junior dalam penggalangan dana, serta inisiasi bergotong-royong dalam proses pembangunannya, mulai pengecoran pondasi, hingga proses pembangunan lainnya adalah berkah tiada tara bagi jamaah Masjid Al Huda.

Samsir Ritonga, Tokoh agama serta tokoh masyarakat setempat juga menyampaikan apresiasi senada kepada Bripka Junior.

Dia sangat mengapresiasi nilai toleransi beragama yang ditunjukkan Bripka Junior atas pembangunan Masjid Al Huda yang pada awalnya didirikan oleh Raja Panusunan Burung pada 1806 silam berupa bangunan berbentuk panggung dari bahan kayu dengan ukuran yang masih sangat kecil untuk digunakan sejumlah 12 KK warga muslim di sana.

Meski pada 1980, bentuk bangunan panggung telah direnovasi menjadi bangunan semi permanen, namun kemegahan bangunan saat ini bak mimpi yang jadi nyata. (hc)