Dugaan Suap di DPRD Padangsidimpuan Terus Dikecam

sentralberita | Medan ~ Satuan Pelajar Mahasiswa (Sapma) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Padangsidimpuan mengeruduk kantor DPRD Kota Padangsidimpuan.

Dikutip Jumat (30/4), Aksi ini terjadi karena adanya dugaan suap yang dilakukan Ketua DPRD kota Padangsidimpuan Siwan Siswanto kepada sejumlah anggota DPRD lainnya.

Di mana isunya, uang suap tersebut diberikan untuk memuluskan LKPJ dan RPJMD walikota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution.

Massa menyebutkan situasi dan kondisi yang terjadi di lingkungan DPRD Kota Padangsidimpuan, semakin mengawatirkan dan melenceng dari harapan dan keinginan masyarakat Kota Padangsidimpuan.

Para pengunjuk rasa menanyakan, kepemimpinan ketua DPRD Kota Padangsidimpuan Siwan Siswanto, berapa kebijakan politik yang diterbitkan guna kemaslahatan masyarakat Kota Padangsidimpuan, agar masyarakat tidak bodoh, sakit dan juga kelaparan.

“Hari ini kami datang ke sini dan menilai para pemimpin DPRD Kota Padangsidimpuan telah gagal menjaga integritasnya selaku wakil rakyat. Apakah benar pemimpin DPRD berbisnis dengan anggotanya!” sebut puluhan massa pengunjuk rasa Sapma AMPI.

“Sadarlah kalian wahai para pemimpin wakil rakyat, diamnya Kalian terhadap isu ini telah membuat hati rakyat terluka,” teriak massa.

Dalam aksinya, massa meminta agar pimpinan DPRD Kota Padangsidimpuan memberikan keterangan terkait adanya dugaan suap yang terjadi di lingkungan legislatif tersebut.

Tidak lama kemudian perwakilan dari DPRD Kota Padangsidimpuan kasubbag hukum Azhari Hasibuan menemui massa. Dia menyebutkan Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan dan anggota DPRD lainnya sedang tidak berada di ruangan dan sedang melakukan perjalanan dinas ke Provinsi Sumatera Barat.

Selanjutnya untuk membuktikan pernyataan tersebut, massa meminta surat bukti perjalanan dinas, namun ironisnya kasubbag hukum DPRD Kota Padangsidimpuan tidak bisa membuktikan atau menunjukkan adanya surat perjalanan dinas tersebut.

“Kalau memang Ketua DPRD dan anggotanya melakukan perjalanan dinas mana bukti administrasi surat perjalanan dinasnya, tunjuk sekarang juga, kami jangan dibodoh-bodohi,” tegas Nanda prasetya salah satu pengunjuk rasa.

Terkait pernyataan Kasubbag tersebut Nanda juga menyebutkan informasi yang disampaikan berbelit-belit, karanya pihaknya sangat menyesalkan dan merasa kecewa terhadap sikap dari wakil rakyat ini.

“Mendengar hal tersebut kami sangat kecewa dan menyayangkan sikap dari DPRD Kota Padangsidimpuan, dimana situasi pandemi seperti ini seluruh anggota dewan masih sibuk melakukan perjalanan dinas,” ungkapnya.

Di samping itu Ia juga menyebutkan, bahwa aksi unjuk rasa terkait dugaan suap ini tidak akan berhenti di hari ini saja, aksi unjuk rasa berikutnya dikatakannya pihaknya akan menggelar kembali hari Senin depan, pungkasnya.(gs)