BNN Tembak Mati Pemilik 89 Kilogram Sabu-sabu

sentralberita | Bone ~Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, menangkap tiga orang pengguna narkoba di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dikutip Senin (19/4), penangkapan terduga pelaku di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, tepat di simpang empat tak jauh dari Kantor Bea Cukai.

Satu orang dikabarkan meninggal dunia.
Jenazahnya saat ini berada di Rumah Sakit Yasin.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan tidak membantah adanya penangkapan bandar narkoba di Kabupaten Bone, dini hari.

Pengungkapan itu kata Zulpan, dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat.

“Jadi benar ya, ada penangkapan narkoba di Bone dilakukan BNN Pusat dari Jakarta,” kata Zulpan ditemui di Jl Rappicini 5, Kota Makassar.

Dalam pengungkapan itu, lanjut dia, ada puluhan kilogram sabu diamankan.

“Diamankan barang bukti cukup banyak.
Tujuh karung (sabu), jumlah totalnya kurang lebih 89 kilogram sabu-sabu,” ujarnya.

Dalam kasus itu, seorang kata Zuplan diamankan.
Seorang lainnya lanjut dia, ditembak 
mati lantaran melawan saat hendak ditangkap.

Sebelumnya diberitakan, Badan 
Narkotika Nasional (BNN) Pusat, dikabarkan menangkap tiga orang diduga bandar narkoba di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (18/4/2021).

Ketiganya ditangkap di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, tepatnya di simpang empat tak jauh dari Kantor Bea Cukai Bone.

Belum diketahui identitas dari ketiga terduga pelaku. Namun, diduga dua pelaku laki-laki dan satu perempuan.  

Satu pelaku meninggal dunia. Saat ini jenazahnya di Rumah Sakit Yasin.

Satu laki-laki ditangkap didekat mobil. Satu terduga pelaku perempuan di dalam mobil.

Sementara satu laki-laki sempat melarikan diri dan berhasil diringkus sekira 500 meter di bagian bawah rumah warga. 

Pantauan di lokasi tempat satu pelaku ditangkap, ditemukan sisa darah di bawah rumah.

Seorang warga, Kahar mengatakan satu pelaku yang sempat kabur bersembunyi di bawah rumahnya.

Kejadiannya sekira pukul 03.00 Wita. Waktu itu ia sedang makan sahur.
Ia melihat ada banyak petugas berpakaian preman, bukan pakaian dinas. Terdengar empat kali tembakan.

Petugas sempat meminta kepada terduga pelaku untuk keluar dari tempat persembunyian, tapi pelaku tidak mau.

“Ada empat kali tembakan. Tiga kali di bawah rumah. Sempat, diminta keluar, tapi dia (red, pelaku) tidak mau,” tuturnya.

Ia mengaku melihat pelaku dikeluarkan dalam bawah rumahnya dalam keadaan luka dan tak sadarkan diri.

“Saya lihat orang dibawa keluar dari bawah rumah dalam keadaan tak sadarkan diri.  Dua kakinya luka,” ucapnya.

Saat ini mobil yang digunakan pelaku sudah berada di Kantor BNNK Bone.

Terdengar 20 Kali Suara Tembakan
Seorang warga, Adrian mengatakan, penangkapan berlangsung sekira pukul 03.00 Wita lewat.

Terduga pelaku berjumlah 3 orang. Dua orang laki-laki dan satu orang perempuan.

Pelaku menggunakan mobil pickup mengangkut sayuran dalam karung.
Diduga sabu disembunyikan dalam karung tersebut. 
Dari informasi diperoleh ada tujuh karung diamankan.

Ia menuturkan, saat penangkapan mobil petugas sudah ada yang menunggu di depan pintu masuk Pelabuhan Bajoe dan ada pula di belakang mobil pelaku yang mengikuti.

Petugas yang menggunakan mobil Kijang Inova dari arah pintu masuk Pelabuhan Bajoe menghadang mobil pick up pelaku yang ingin masuk ke Pelabuhan Bajoe. Mobilnya berplat DP.

Saat penangkapan terdengar lebih 20 kali tembakan.

Warga yang menyaksikan diminta untuk masuk ke dalam rumah.

“Dihadang dari depan. Sempat terjadi tabrakan. Saat pelaku coba memundurkan mobil, langsung dikepung oleh mobil petugas lain dari belakang. Ada sekira tujuh. Saat penangkapan terdengar 20 lebih tembakan,” katanya.

Lanjut dia, satu pelaku laki-laki ditangkap tak jauh dari mobil.
Sementara satu pelaku laki-laki melarikan diri masuk ke sebuah lorong.
Satu perempuan hanya berada di dalam mobil.

“Satu pelaku ditangkap dekat mobil, satu melarikan diri dan berhasil ditangkap. Satu pelaku perempuan hanya di dalam mobil,” ungkapnya.

Belum diketahui identitas para terduga pelaku.

Dari informasi diperoleh petugas BNN Pusat masih terus melakukan pengembangan.(tc)