Sidang Ketua KAMI Medan, Ahli Sampaikan Istilah ‘Wereng Cokelat’

sentralberita | Medan ~ Ketua KAMI 
Medan, Khairi Amri, kembali menjalani sidang dengan agenda mendengar keterangan saksi ahli secara virtual di PN Medan. Jaksa menghadirkan ahli bahasa dari Universitas Sumatera Utara (USU), T Kasa Rullah Adha, dalam persidangan ini.

Persidangan digelar di ruang Cakra II, PN Medan, Rabu (10/3/2021). Kasa dihadirkan sebagai ahli untuk terdakwa Khairi dan Wahyu Rasasi Putri.

Jaksa awalnya bertanya tentang hal menyiarkan berita bohong, menerbitkan keonaran terhadap rakyat, dan lain sebagainya. Jaksa juga bertanya soal istilah ‘wercok’ atau ‘wereng cokelat’ yang disebut dipakai oleh Khairi dalam chat-nya di grup WhatsApp.

Kasa menyebutkan istilah tersebut termasuk penghinaan. Dia mengatakan istilah itu ditujukan kepada polisi.

“Termasuk. Karena waktu saya diperiksa saya bahwa kejadian tersebut adalah omnibus law. Seingat saya kan omnibus law. Pasti kan ada aparat kepolisian di situ. Kalau dikatakan ‘wereng cokelat’ pada saat omnibus law, dan ada kepolisian di situ secara pengetahuan saya bahwasanya menuju kepada polisi. Kecuali tadi, tanda kutip dia menggunakan kata ‘wereng cokelat’ pada saat di sawah. Kan tidak mungkin menuju kepada kepolisian. Tapi menuju pada hewan, wereng cokelat,” Kasa.

Setelah itu, pengacara terdakwa bertanya soal ‘wercok’. Mereka mempertanyakan maksud dari ‘wercok’ dan mengapa ‘wercok’ mengarah ke polisi.

“Apa yang dimaksud dengan ‘wercok’?,” tanya pengacara.

“Wereng, wereng berwarna cokelat,” ujar saksi ahli.

“Tadi Anda bilang itu polisi, apakah itu bahasa dari kesimpulan pribadi atau dari yang Anda pelajari selama ini?” tanya pengacara.

“Itu berasal dari asumsi saya bahwasanya apa yang dikatakan ‘wereng cokelat’ itu menuju kepada polisi. Bahwasanya polisi bajunya warna cokelat,” sebut saksi ahli.

Lalu, pengacara menanyakan lagi apakah di dalam keilmuan itu dinyatakan polisi. Kasa mengatakan keterangan itu berdasarkan asumsinya sebagai ahli.

“Itu asumsi ahli?” sebut pengacara.

“Asumsi saya digunakan frasa tersebut digunakan pada saat kejadian apa dan konteksnya apa,” ucap saksi ahli.

Sebelumnya, Khairi didakwa melakukan ujaran kebencian terkait suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Dalam dakwaannya, jaksa menjelaskan Khairi Amri menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA. Ujaran kebencian itu, kata jaksa, disebarkan pada Kamis (8/10/2020) pagi.

“Terdakwa Khairi Amri antara lain sekitar akhir bulan September tahun 2020, telah berinisiatif untuk membentuk komunitas, yakni Koalisi Aksi Masyarakat Indonesia (KAMI) di Kota Medan secara independen, seperti KAMI yang dideklarasikan oleh Gatot Nurmantyo (mantan Panglima TNI). Meskipun terdakwa belum pernah berkomunikasi dan tidak ada kaitannya dengan KAMI yang dideklarasikan oleh Gatot Nurmantyo dan terdakwa merencanakan pembentukan kepengurusannya pada hari Minggu tanggal 11 Oktober 2020 di Sagar Cafe Medan yang terletak di Jl HM Joni Kota Medan,” ucap jaksa.

Dalam rangka persiapan tersebut, Khairi Amri disebut berinisiatif membentuk komunitas melalui grup WhatsApp yang menamakan diri ‘KAMI Medan’. Khairi disebut menjadi admin di grup itu.

Setelah grup itu terbentuk, mulai muncul pembahasan demo terkait penolakan terhadap pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja. Khairi disebut mendukung rencana aksi yang dilakukan mahasiswa di DPRD Sumut, Medan, pada Kamis (8/10/2020).

Jaksa mengatakan Khairi mengirim pesan kepada sesama anggota grup ‘KAMI Medan’ pada Kamis (8/10/2020) pagi. Pesannya adalah ‘Bagi kawan-kawan yang akan mengikuti Aksi Demo di DPRD Sumut, carilah titik kumpul yang aman dan jangan terpisah dari kawan kawan’.

Jaksa kemudian menyebut Khairi kembali menulis pesan di grup tersebut yang isinya: ‘Gawat x ah… Wercok ini… Baru lagi saya dapat telpon mengingatkan,,, kalau KAMI dan PETA jangan turun aksi…. Paranoid ini saya pikir… Bahkan melarang saya hadir ke sana… Saya jawab…. Kelen aja lah yang jangan kesana…. Aku kerja dan cari makan di gedung DPRD Sumut sejak 2004’.
(dtf)