Kenaikan Pangkat Dosen Dijamin Tanpa “Orang Dalam”

sentralberita | Jakarta ~ Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Nizam, memastikan kenaikan pangkat atau jabatan akademik dosen akan lebih transparan dengan peluncuran Sistem Pelacakan secara Mandiri Penilaian Angka Kredit (Selancar PAK). Pasalnya, dosen bisa melihat atau melacak secara langsung kemajuan dari usulan kenaikan jabatannya.

“Ini proses transparan, tidak bisa melalui orang dalam. Orang yang mengaku bisa mempercepat proses atau menaikkan usulan tidak ada lagi. Yang sekarang diproses benar-benar dosen yang kompeten,” kata Nizam, Minggu (7/3).

Nizam mengatakan kenaikan pangkat dosen akan ditentukan berdasarkan setiap karya yang dibuatnya. Oleh karena itu, Ditjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud telah menyiapkan sejumlah aplikasi untuk mengecek keaslian dari karya atau publikasi dosen. Nizam memastikan plagiarisme bisa terlacak dengan membandingkan kemiripan dengan publikasi lainnya lewat basis data global, termasuk aplikasi Science and Technology Index (Sinta) yang berada di bawah Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional.

“Aplikasi Sinta ini upaya untuk mengurangi atau menekan terjadinya plagiarisme dalam karya para dosen. Saat ini juga ada Direktorat Sumber Daya Dikti yang mengevaluasi peraturan tentang plagiasi supaya lebih kuat dan jelas,” ujar Nizam.

Nizam mengatakan praktik plagiarisme harus didefinisikan secara jelas kepada masyarakat dan civitas akademika. “Jadi jelas apa lingkupnya, apa yang disebut plagiasi dan bukan, supaya tidak terjadi kerancuan di masyarakat,” lanjut Nizam.

Mengenai Dasbor IKU, Nizam mengatakan PTN bisa melakukan penilaian kinerja dan perencanaan kinerja selanjutnya.

“Harapannya, dengan Dasbor IKU, pengawasan Delapan IKU bisa berjalan sesuai rencana, dikelola dengan baik, dan kalaupun muncul hambatan, bisa diminimalisasi,” kata Nizam.

Nizam mengatakan sistem ketiga yaitu Pusat Komando (Command Center) bertujuan sebagai pusat informasi terkait pengembangan dunia pendidikan tinggi yang bisa diakses kementerian/lembaga lain. Lokasi Command Center Ditjen Dikti terletak di Gedung D Lantai 10, Kompleks Kemendikbud, Senayan, Jakarta.

Nizam menjelaskan data Command Center berasal dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Sistem itu diharapkan bisa memantau perkembangan, mengelola, dan mengawasi pendidikan tinggi secara real time.

“Kita bisa memantau berbagai dinamika di perguruan tinggi kita secara real time/online. Misalnya, jumlah dosen kita hari ini ada 312.890 dosen, beserta sebarannya di berbagai prodi dan perguruan tinggi,” ujar Nizam.

Nizam menambahkan Command Center juga bisa memantau berbagai program Kampus Merdeka yang sedang berjalan. “Seperti Program Bangkit, yang saat ini sedang diikuti oleh 3.216 peserta. Di sini, kita juga bisa melihat informasi sebaran dan perguruan tinggi mereka. Contoh lain, ada 8.483.213 mahasiswa kita, dari Sabang sampai Merauke, beserta informasi distribusi prodi dan asal mereka,” katanya.
(bs)