Kasus Wanita Pengusaha Bunga Dibantai Suami, Syaiful Tukang Kawin dan Malas Kerja

sentralberita | Medan ~ Kepala Dusun IV, Desa Mulyo Rejo, Agus Gunawan membeberkan sosok Syaiful, lelaki yang diduga membunuh istrinya bernama Jamila.

Diketahui, Jamila adalah pengusaha dan pemilik Toko Bunga Rampe di Jalan Pembangunan KM 12,Desa Mulyo Rejo, Kecamatan Sunggal.

Pada Sabtu (27/3/2021) malam, Jamila ditemukan tewas dalam posisi kepala terbenam di bak mandi. 

“Semalam sekitar 21.00 WIB saya sudah di TKP. Jamila tewas di bak kamar mandi tapi tak terlihat ada lukanya. Darah juga tidak ada,” kata Agus Gunawan, dikutip Senin (29/3).

Dia menjelaskan, Syaiful dan istrinya sering terdengar cekcok. Syaiful juga dikenal warga sebagai perantau.

Terduga pembunuh ini juga sudah bolak-balik nikah.
Bahkan, kata Agus Gunawan, almarhumah Jamila itu adalah istri ketiga Syaiful. 

Istri pertamanya tinggal tidak jauh dari lokasi pembunuhan.
Istri kedua berada di Sibolga dan sudah memiliki anak tiga. 

“Setelah selesai dengan istri kedua. Syaiful balik lagi ke sini dan kembali ke istri pertama. Tapi, tak lama kemudian malah pacaran dengan si Jamila ini. Sampai istri pertamanya menegur saya karena melihat Syaiful dan Jamila sudah satu rumah,” katanya. 

Sebagai Kepala Dusun, Agus kemudian menegur Syaiful agar tidak melakukan perbuatan asusila.

Belakangan, Syaiful mengajak Jamila berumahtangga.’ Keduanya nikah siri di Aceh.

Karena tahu Syaiful nikah lagi, istri pertamanya minta cerai. 
“Syaiful ini seperti numpang hidup aja. Itu sepeda motor yang baru dibeli (korban) dibayari,” kata Agus.

Disinggung mengenai sosok Jamila, Agus mengaku tidak terlalu kenal.
Sebab, Jamila bukan warga asli Dusun IV. Yang lama tinggal di Dusun IV adalah Syaiful. 

“Kalau Syaiful ini orangnya nganggur. Dia itu malas kerja juga. Istrinya juga dimana-mana aja. Semalam sudah melarikan diri,” kata Agus.

Bahkan, Agus menyebut Syaiful itu manusia keji tidak punya perasaan.
“Kejam dia itu, barang-barang istrinya diambil (semua),” kata Agus.

Terkait kasus ini, wartawan masih berupaya mengonfirmasi pejabat Polsek Sunggal yang menangani kasusnya.

Dari cerita warga di lokasi, terbongkarnya kasus ini berawal ketika pihak keluarga menghubungi Jamila.

Karena telepon tidak diangkat-angkat, Jamiah, kakak kandung korban mendatangi lokasi.

Setibanya di tempat usaha toko bunga itu, Jamiah memanggil nama korban, namun tidak ada jawaban.

Karena curiga, keluarga kemudian mendatangi toko baju yang ada di samping toko bunga Jamila.

Pihak keluarga memohon izin melihat rekaman CCTV.
Dari rekaman CCTV itu terlihat Syaiful, suami Jamila buru-buru meninggalkan lokasi sekira pukul 06.30 WIB.

Namun, Jamila tidak kelihatan.
Karena curiga, keluarga kemudian memanggil tukang kunci.

Sekira pukul 21.00 WIB, pintu toko terbuka dan keluarga akhirnya menemukan Jamila sudah tidak bernyawa.(tc)