Yayasan TKP, GPS Tembung dan SBY Gelar Aksi Bersih Sampah Serta Soft Launching Inovasi Waste Trap

sentralberita | Deli Serdang ~ Sungai Tembung (DAS PERCUT) merupakan sungai yang di proyeksikan menjadi floodway saluran pengelak banjir dari Sungai Deli ke Sungai Percut untuk menangani permasalahan banjir di Kota Medan.

Sungai yang menjadi sumber air utama mengalami penurunan kuantitas dan kualitas air serta kondisi ekologis, yang disebabkan oleh pencemaran sampah dan kerusakan di Daerah Aliran Sungai (DAS).

Sinergi yang dilakukan oleh Yayasan Tempat Kita Peduli ( TKP ), Gerakan Peduli Sungai Tembung (GPS Tembung), dan Sedekah Bareng Yuk (SBY), menyadari pentingnya menjaga kelestarian sumber daya air bagi kualitas hidup masyarakat sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2021 meresmikan instalasi Waste Trap di Sungai Tembung (DAS PERCUT) sebagai salah satu solusi yang efektif untuk menangani masalah limbah yang mencemari sungai.

Pencemaran sumber air di DAS Percut salah satu nya disebabkan oleh sampah yang dibuang ke sungai.

Instalasi waste trap berfungsi untuk menjerat sampah di sungai agar tidak mengalir ke laut. Sampah yang terjerat kemudian dikumpulkan dan dikirim untuk dikelola oleh bank sampah setempat, yang kemudian dapat menjadi penghasilan tambahan bagi masyarakat sekitar.

“Sebagai Yayasan yang bergerak di bidang Kemanusiaan dan Konservasi Alam, Yayasan Tempat Kita Peduli ( TKP ) menyadari bahwa setiap tetes air dan kebersihan serta kelestarian lingkungan sangat penting, dan ini merupakan tanggung jawab kita bersama ,” jelas Syukur Ricky Roy Aritonang, Ketua Umum Yayasan Tempat Kita Peduli ( TKP ), seusai Launching Waste Trap, DAS Percut, Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (21/02/21).

Syukur Ricky Roy Aritonang menambahkan, inovasi waste trap ini menggunakan alat dan design yang sederhana, tetapi efektif untuk menjerat dan mengumpulkan sampah yang terbuang ke sungai.

Sementara , Luthfi Hakim Simanjuntak, Ketua Gerakan Peduli Sungai Tembung (GPS Tembung), mengatakan bahwa waste trap ini adalah sebuah inovasi baru dan pertama di Sumatera Utara yang berfungsi untuk meminimalisir sampah-sampah yang mencemari aliran sungai, agar tidak terbuang dan mencemari lautan.

“Seiring berjalannya waktu, kami secara terus-menerus melakukan evaluasi dan inovasi agar waste trap tersebut bisa semakin efektif dan tahan lama , dan kegiatan merupakan sebuah gerakan kolaborasi yang dilakukan secara swadaya ” sambung Luthfi.

Pemasangan waste trap di DAS PERCUT ini dipasang menggunakan bahan dasar pipa PVC & galvanis yang mengadopsi blueprint desain trash boom dari perusahaan startup lingkungan asal Jerman, Plastic Fischer, yg tersedia secara bebas di sumber terbuka (open source),” tambah Luthfi

Di waktu yang sama, Azvira Nura Aziz Ketua Sedekah Bareng Yuk (SBY) mengatakan, Kami mau mengajak masyarakat untuk peduli akan sesama dan lingkungan dengan cara mengajak masyarakat untuk mengumpulkan sampah dan mereka dapat menukarkan hasil sampah tersebut dengan sembako atau untuk yg anak-anak mereka dapat menukarkannya dengan peralatan sekolah”.

“Dengan demikian kita tidak hanya memberi saja tapi mengajak masyarakat untuk peduli juga pada sekitar nya. Jadi kegiatan ini mengandung beberapa sektor penting antara lain Kita turut serta melestarikan lingkungan, Pendidikan, Perekonomian, dan Kesehatan” tambah vira.

Harapan Sinergi ini adalah berawal dari Sungai Tembung (DAS PERCUT), kita ingin mengajak seluruh pihak baik pemerintah, swasta, masyarakat, serta Stake Holder terkait mendukung Program 1000 Waste Trap Sungai se – Sumatera Utara. (01/red)