Tindakan Tegas Penghina Pesantren Musthafawiyah dan Ka’bah Diperlukan Sebagai Efek Jera

sentralberita|Medan~Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dar Fraksi Partai Gerindra, Rahmat Rayyan Nasution meminta kepolisian segera menangkap dan menindak tegas pelaku pelecehan dan penghinaan terhadap Pondok Pesantren (Ponpes) Musthafawiyah Purba Baru, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Provinsi Sumut dan Ka’bah. Hal itu diperlukan sebagai efek jera bagi pelaku.

Rahmat Rayyan

“Kita minta pelaku segera ditangkap da diproses secara tegas. Ini sebagai efek jera bagi pelaku dan pihak lainnya, agar di hari mendatang kejadian penghinaan melalui media sosial ataupun langsung tidak terulang kembali,”kata Rahmat Rayyan di Medan, Kamis (11/2/2021).

Rahmat Rayyan menyampaikan itu menanggapi sejumlah foto viral yang diduga menghina Pesantren Musthafawiyah Purba Baru dan Ka’bah, dimana dalam foto-foto viral itu, terlihat seorang pria yang sedang menggendong anak berfoto di depan pesantren Musthafawiyah Purba Baru.

Wajah si pria terlihat diganti dengan wajah anjing.Ada juga foto kepala anjing yang diletakkan di dalam foto pesantren.Terlihat juga kata-kata hinaan yang dituliskan di dalam foto.

Rahmat Rayyan menegaskan, perlunya segera polisi menangkap pelaku agar bisa segera diproses secara hukum. “Seba kita khawatir jika polis tidak segera bertindak dan menangkap pelaku, akan membuat kemarahan masyarakat Madina khususnya alumni, yang bisa saja bertindak sendiri-sendiri,”kata wakil rakyat asal pemilihan Kabupaten Madina ini .

Sebab pesantren Musthafawiyah sebagai salahsatu pesantren terbesar di Sumut yang sudah terkenal di tanah air hingga manacenegara. Sehingga, sebut Rahmat Rayyan, jika ada pihak yang melecehkan dan menghina pesantren tersebut, berarti secara tidak langsung juga menghina warga Madian khususnya umat Muslim. “Apalagi melecehkan dan menghina Ka’bah yang merupakan simbol besar umat Islam di dunia,”sebutnya.

Untuk itu, Rahmat Rayyan juga meminta pemerintah baik provinsi dan daerah, agar tidak tinggal diam menyikapi penghinaan tersebut. “Sebab kita tidak ingin kedepannya persoalan ini semakin melebar kemana-mana,”tukasnya.(SB/01/mal)