Preman di Medan ‘Menggila’, Rumah Makan Ditembak Kembang Api

sentralberita | Medan ~ Pengunjung rumah makan Master Ayam Penyet Setia Budi Medan lari pontang-panting usai ditembakkan preman petasan pada, Minggu (22/2). 

Rizal menceritakan dirinya sedang menikmati makanan saat para preman tersebut menembakkan petasan tersebut ke meja makannya.

“Pada saat saya duduk mau makan, ada segerombolan preman jadi dia tembakkan petasan. Saya sempat kaget juga, saya pikir polisi, rupanya diarahkan petasan itu di meja tempat kita makan,” bebernya, Senin (22/2/2021).

Ia bersama para pengunjung lainnya langsung lari dan bersembunyi di rumah makan yang ada disebelahnya.  “Langsung pontang-panting saya lari ke rumah makan sebelah,” bebernya. 

Pascasudah meredah, Rizal langsung keluar menanyakan kejadian tersebut dan menyarankan untuk langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

“Sudah gitu saya tanya apa masalahnya, terus dia bilang dia datang kesini mau minta uang pungli. Dendamlah dia katanya, kau lihat nanti saya akan datang lagi makanya saya tengok saya bilang buat aja langsung laporan,” bebernya. 

Rizal menerangkan dia melihat pemilik ayam penyet terluka karena melindungi anak dan istrinya yang tengah hamil. 

“Ada yang terluka pemilik Ayam Penyet Master ini, dia melindungi anak dan istrinya karena lagi hamis besar. Rupanya jilbabnya kena petasan itu dan terbakar,” ungkapnya.

Aksi beringas preman yang menembakkan petasan di Rumah Makan Master Ayam Penyet Setia Budi Medan sebabkan pemilik terluka bakar.

Amatan di lokasi terlihat para polisi berpakaian biasa telah melakukan olah TKP dan mencari saksi-saksi. Terlihat rumah makan Master Ayam Penyet tersebut tak beroperasi pascakejadian. 

Para tetangga yang berada di sebelah lokasi kejadian tampak melihat lokasi tersebut, di sebelah tersebut terdapat toko kelontong dan rumah makan minang.

Sefti Ibond pemilik Rumah Makan Master Ayam Penyet bahkan menunjukkan luka bakar di punggungnya akibat petasan tersebut.

Sefti terkena luka petasan karena melindungi anak dan istrinya yang tengah hamil tua.

Ia menceritakan kronologi kejadian awalnya para preman tersebut mengutip uang dari adiknya yang sedang menjaga namun tak diberikan.

Kemudian karena tak diberikan preman tersebut membawa rekannya menaiki 3 sepeda motor dan menembakkan petasan.
“Dia pungli ngutip-ngutip kemari terus enggak dikasih adek saya terus ada cek-cok, baru pergi dia, baru selang satu jam balik lagi habis itu diserangnya pakai petasan ada tiga kereta lah itu.p Permasalahannya dia pungli enggak dikasih dia enggak terima. Merasa hebat,” tuturnya saat diwawancara.

Ia menyebutkan bahwa para preman tersebut memang sering melakukan aksi pungli di daerah tersebut dan sering mengancam warga. 

“Sering meresahkan warga sini memang, memang udah capek kali, memang biasanya kalau enggak dikasih diancam sama dia. Kemari ada dua kali, dia kesini,” bebernya.

Dalam video yang berhasil terekam CCTV berdurasi 49 detik, sekiatar pukul 20.51 WIB, terlihat dua orang pria berbaju hitam dan memakai topi menaiki sepeda motor skuter matik tiba-tiba lewat di depan ruko dan menembakkan petasan tembak ke arah ruko yang dimana ramai pengunjung. 
Bahkan arah dari tembakan petasan tersebut hingga ke arah pengunjung yang ada di ruko yang berada di dekat Simpang Sei Serayu.

Kemudian para pengunjung terlihat kabur berlarian menghindari petasan tersebut. Terlihat ada 15 kali letupan yang dikeluarkan pelaku.

Dimana pelaku tersebut sampai turun dan berjalan ke depan ruko sambil menembakkan petasan. Setelah petasan habis preman tersebut pun kabur menaiki sepeda motor dan lalu dikejar oleh warga.

Hal ini dialami korban dan dibagikan di akun Instagramnya @runniputry dalam instagram storynya yang sudah ditonton oleh ribuan warga net dan ratusan komentar.

“Awalnya pungli enggak dikasih terus premannya marah nyerang ruko kami pakai petasan banyak, serem banget. Bayangin kalau kenak orang. Luar biasa preman sekarang,” tulisnya menceritakan kronologi kejadian tersebut.
Dalam postingan Instagram Story berikutnya, korban menceritakan lebih detail kejadian tersebut bahwa awalnya ada rumah makan yang dipalak para preman namun tak diberikan. 

“Awal kejadian preman datangin master ayam penyet tepatnya sebelah rumah makan budi mulia dan cetroo.coffe jalan setia budi dekat simpang sei serayu preman dtang minta uang pungli lah gtu.. terus gak dikasih.. dy pergi lalu balik lagi nyerang pakai petasan,” tulisnya. 

Bahkan, yang lebih miris terdapat pengunjung anak-anak yang sampai dilindungi oleh ibunya dari petasan tersebut. 

“Sampai pembeli pada kabur mumpett ada lagi anak kecil dilindungin ibunya pakai badan.. aku lagi diatas kebayang dri atas kayak suara bom.. aku punya bayii udah ketakutan.. ruko ini udah penuh asap petasan semua@ tolong bantu viralkan ya temen2 A biar aman medan ini.. biar segera di tangkap preman yang sukak punglii.. ganggu pedagang,” lanjutnya.

Saat dikonfirmasi korban Runni membenarkan kasus tersebut dan sesuai dengan Kronologi yang dituliskan. Dan meminta pihak kepolisian segera menangkap para pelaku preman tersebut. (tc)