Anggota DPR-RI, RMS Paparkan Tantangan Pancasila dalam Ancaman Pandemi Covid-19

sentralberita|Medan~Medan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, H.Raden Muhammad Syafi’i terus eksis melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar tentang kegiatan Anggota DPR/MPR di daerah pemilihananya Sumut 1. Sosialisasi merupakan amanat konstitusi yang tertuang dalam UU MD3.

Dalam laporannya diterima pers, Rabu (3/2/2021), Raden Muhammad Syafi’i akrab disapa Romo memaparkan sosialisasi yang digelarnya pada 14 Nopember 2020 di Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan bersama Tokoh Masyarakat Medan Selayang dihadiri ratusan orang dengan pendamping yakni RM Khalil Prasetyo .

Dalam sosialisasi dihadapan masyarakat yang merupakan representasi konstituen Romo juga merupakan tindak lanjut dari pengejawantahan
wewenang anggota MPR RI sebagai fungsi legislasi, pengawasan dan anggaran untuk menjemput aspirasi yang berkembang di masyarakat dan sekaligus untuk terus memelihara hubungan anggota MPR/DPR RI di daerah pemilihannnya dengan konstituen (masyarakat).

Dijelaskan, sosialisasi kali ini Romo memaparkan tantangan Pancasila dalam konteks globalisasi dan ancaman Pandemic Covid-19
terhadap ketahanan nasional.

Dia menjelaskan, konsep sistem ketahanan nasional Indonesia dikenal dengan Asta Gatra (8 Gatra) terdiri dari dua aspek yaitu Aspek Alamiah yang meliputi 3 gatra yakni Geografi, Kekayaan Alam dan Demografi (Kependudukan)

Sedangkan aspek sosial, lanjut Romo, meliputi 5 Gatra meliputi Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial Budaya
dan Pertahanan Nasiona.

“Dari Indikator´┐żdan aspek tersebut membuat Indonesia menjadi suatu negara yang sangat strategis bagi kepentingan global dan negara-negara adidaya, baik yang bersifat positif untuk kepentingan negara dan bangsa . Namun juga kepentingan yang dapat mengancam kepentingan nasional bangsa Indonesia,”jelas Anggota Komisi III ini.

Romo menegaskan, bangsa Indonesia harus senantiasa waspada serta harus mampu memelihara dan menjaga keseimbangan agar tetap dapat sebagai negara yang berdaulat.

Tapi sayangnya, jelas Romo, dalam konteks kekinian ternyata telah terjadi perubahan yang sangat dinamis dalam tataran interaksi serta hubungan anatar negara di dunia global saat ini.

“Salah satu perubahan yang mencolok adalah pasca berakhirnya perang dingin antara blok timur (Komunisme) dan Blok Barat (Liberalisme/Kapitalisme).

Saat ini dominasi Kapitalisme dan Liberalisme begitu kuat mempengaruhi setiap sendi kehidupan di setiap negara di dunia termasuk Indonesia tidak luput dalam cengkeraman dari dominasi global ini,”tukasnya. (SB/01/mal)