APERSI Sumut Target Pengurangan Kebutuhan Rumah

sentralberita | Medan ~ Asosiasi Pengembang Perumahan Dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) DPD Sumatera Utara menargetkan pada tahun 2021 akan mengurangi backlog perumahan. Pengurangan ini bisa tercapai melalui sinergi dari semua pihak.

”Sampai penghujung tahun 2020 lalu, sudah ada sekitar 30% pengembang yang menghentikan kegiatannya, yang mengakibatkan bertambah tingginya backlog rumah di Sumatera Utara,” ungkap Ketua DPD APERSI Sumut, H.Irwansyah Putra, SE kepada wartawan di Medan, Kamis (21/1/2021). Ia didampingi Ketua Panitia Rakerda DPD APERSI Sumut, H. Ferri Ahmad, SE serta unsur pengurus lain.

Hal serupa disampaikan Irwansyah Putra saat memberikan sambutan di depan peserta Rakerda DPD APERSI Sumut yang berlangsung selama dua hari, 13-14 Januari 2021 lalu di Taman Simalem Resort yang dihadiri Ketua Umum DPP APERSI, H. Junaidi Abdillah, SE, MM serta 104 peserta terdiri anggota dan pengurus APERSI dari DPD di seluruh Indonesia selain 12 DPD di Sumut.

Irwansyah Putra menyebutkan, selama ini banyak rintangan yang telah dilalui DPD APERSI Sumut di bawah kepengurusannya, dimulai sejak pengukuhan di akhir tahun 2018, terjadi perubahan peraturan dari PUPR terkait spesifikasi bangunan dan bank juga melakukan perubahan SOP KPR yang memberatkan, serta kelangkaan kuota FLPP di tahun 2019. Lalu memasuki tahun 2020 dunia dilanda COVID-19 yang juga berdampak besar untuk semua kalangan termasuk Pengembang.

Dia mengakui, di penghujung tahun 2020 pihaknya juga masih harus tertekan dengan kondisi sulitnya pemenuhan listrik baik itu KWh meter maupun jaringan distribusi. “Kondisi ini harus disikapi oleh semua stakeholder,” harapnya. Besarnya program PEN ( Perbaikan Ekonomi Nasional ) dari pemerintah dinilainya relatif tidak menyentuh para pengembang yang notabene membangun dengan sumber dana dan daya mereka sendiri.

“Hal-hal ini lah yang menjadi persoalan dan memerlukan sinergi dari semua kalangan terutama APERSI agar ke depan di tahun 2021 ini target pengurangan Backlog di Sumut yang saat ini lebih kurang 700.000 unit rumah dapat secara signifikan terkurangi,” ujarnya. (diurnawan/ras)