Kapolres Ikhwan Lubis: Pam Ops Lilin Toba Harus Bijaksana & Perketat Prokes

sentralberita|Batu Bara~Kepolisian Republik Indonesia (Polri) khususnya personil Polres Batubara harus menjadi penyeimbang antara masyarakat dengan masa Pandemi Covid-19 dalam perayaan Natal danTahun Baru 2021, Sabtu ( 26/12/2020 ).

Di Pandemi Covid-19 ini selain larangan dan himbauan kepada masyarakat, dimana kurang lebih 8 bulan seluruh dunia khawatir dengan penyakit menular yang dinamakan Corona (Covid-19) .

Penyakit paling berbahaya yang dapat menular kepada seluruh manusia hanya dengan tatapan mata dan air liur, juga suhu badan manusia, penyakit paling berbahaya selama abad ini, belum jelas kepastianya tentang obat untuk penyakit covid-19

Penyakit yang menyebabkan kematian ini juga sudah banyak menelan korban jiwa di seluruh dunia dan sampai sekarang belum ada pihak yang memastikan masa Pandemi ini akan berahir.

Seluruh negara hanya bisa melakukan penanggulangannya saja, dengan melakukan 3M mencuci tangan dengan air sabun, menjaga jarak dengan sesama manusia dan di wajibkan memakai masker, saat ini Pandemi Covid-19 telah berhasil melumpuhkan keyakinan juga kepercayaan seluruh umat manusia dengan mewajibkan larangan laranganya.

“Untuk itu seluruh manusia harus ikut aturan Virus Corona dan sampai sekarang kita harus melakukanya ,

Dihari Perayaan Natal dan Tahun Baru 2021 terlihat kita dianjurkan pemerintah tidak melakukan perayaan apapun hanya dibolehkan untuk beribadah, itu pun harus menjaga jarak dan tidak boleh lebih dari 50 orang.

Kapolres Batu bara AKBP Ikhwan Lubis SH MH yang didampingi Kabag Ops AKP Hendry Barus SH.SIK melakukan pantauan pengamanan cek pos pam dengan terus melakukan kewajiban maklumat Kapolri dengan himbauan protokol kesehatan dan menyampaikan masa Pandemi tidak dibenarkan melakukan perayaan apapun.

Dalam penyampaian kepada seluruh umat Kristiani, Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis SH MH melalui Kabag Ops AKP Hendry Barus menjelaskan personel yang bertugas dalam pengamanan TNI-Polri dan

Pemkab harus bijaksana, kita harus menyampaikan arahan ini kepada masyarakat dengan santun, jangan mengganggu jalannya ibadah, sosialisasikan yang terbaik kepada panitia penyelenggara Natal, dan harus bekerjasama, karena dalam ibadah Natal yang bertanggung jawab adalah panitia penyelenggara.

Kami berharap kerjasama umat kristiani untuk mematuhi himbauan protokol kesehatan dari pemerintah dan larangan maklumat dari Kapolri.

Untuk itu saya mengajak kita seluruh aparat pemerintah untuk menyesuaikan dan menseimbangkan keadaan yang bisa saja terjadi kesalahpahaman antara pemerintah dan masyarakat,” tandasnya.(SB/ru)