BI: Dengan Bersinergi Ekonomi 2021 Akan Pulih

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia tahun 2020 secara virtual dari Jakarta, Kamis (3/12).

sentralberita|Medan ~ Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan dengan sinergi  ekonomi kita akan pulih kembali dan tumbuh tinggi menuju Indonesia maju semakin sejahtera sehingga optimis prospek ekonomi Indonesia tahun 2021 akan semakin membaik.    

“Optimisme ini perlu kita bangun dan diperkuat dengan semangat bersinergi ke seluruh pihak, mulai dari pemerintah, perbankan, investor, komisi 11 DPR, Bapak, Akademisi, hingga para media,” tegasPerry dalam Acara Pertemuan Tahunan  Bank Indonesia Tahun 2020 secara virtual dari Jakarta, Kamis (3/12).

Di Medan, acara itu juga diikuti secara virtual oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Subagyo Yusup Ansori dan epala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Syech Suhaimi di Hotel Adimulia Medan.    

Perry menyebut sinergi dilakukan dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Prospeknya sudah terlihat dengan upaya kebijakan makroprudensial dan akan akomodatif pada tahun 2021 rasio konsentrasi ke Clover dipertahankan 0 persen, rasio intermediasi makroprudensial pada kisaran 84 persen sampai 94 persen dan rasio likuiditas bank sebesar 6 persen.

Pemerintah dan KSSK juga akan terus mempertemukan perbankan dan dunia usaha untuk mendorong kredit dan pembiayaan kepada sektor-sektor prioritas untuk mendorong UMKM dan sektor prioritas serta pengembangan sekuritisasi kredit UMKM untuk memperkuat stabilitas sistem keuangan.

Selain itu dengan mempercepat digitalisasi ekonomi dan keuangan melalui implementasi untuk mencapai 12 juta UMKM teregister digital secara nasional pada 2021.    

“Digital banking terus kami dorong standarisasi di open application programming interface akan membuat interlink antara digital banking dengan internet sehingga lebih mampu melayani kebutuhan masyarakat pada tahun 2021,” ungkapnya.     

Perry juga memaparkan, sebagai infrastruktur pembiayaan ritel secara real-time dan operasi terus-menerus akan mulai dioperasikan untuk transfer kredit elektronifikasi.

Bantuan sosial transportasi dan transaksi keuangan pemerintah daerah terus ditingkatkan, serta meluncurkan reformasi regulasi di bidang sistem pembayaran untuk mendorong industri lebih berkembang inovasi adaptif teknologi dan tangguh mendukung akselerasi Ekonomi keuangan digital dengan efisiensi pengelolaan uang Rupiah ke seluruh wilayah NKRI lebih ditingkatkan.

Infrastruktur pasar uang multi matching elektronik trading platform dan lembaga Central counter party derivatif akan mulai beroperasi tahun 2021. Hal itu juga terus dikembangkan agar pasar uang meningkat lebih efisien dan mendukung penurunan suku bunga instrumen. 

Instrumen pembiayaan terus didukung dalam pengembangan Ekonomi keuangan syariah dan UMKM ekonomi dikembangkan melalui Sinergi komite nasional Ekonomi keuangan syariah, pondok-pondok pesantren, asosiasi pengusaha dan para penggiat ekonomi syariah.

“Kami bersinergi sangat erat dengan Kementerian lembaga terkait, pemerintah daerah, lembaga keuangan dan para penggiat usaha program UMKM. Mereka itu diarahkan pada klasterisasi kapasitas kewirausahaan dan pembiayaan digital,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden Joko Wiodo yang turut hadiri secara live menyatakan, bahwa momentum pertumbuhan yang positif ini tentu harus terus kita jaga bersama dan kita harus tetap hati-hati, tidak boleh lengah dan tetap harus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Maka dari itu, Jokowi mewanti agar waspada dan jangan sampai terjadi gelombang yang kedua yang akan sangat merugikan upaya dan pengorbanan yang telah kita lakukan,” imbaunya.

Jokowi pun menegaskan agar fokus untuk bergerak ke depan fokus pada upaya-upaya untuk keluarga dalam masa pandemi. Akan tetapi jelasnya, pemerintah telah mempersiapkan pasien dan program vaksinasi dengan cermat agar Indoneaia bisa bangkit dan mulainya. 

“Kita harus bergerak cepat karena masih banyak pekerjaan rumah yang belum kita selesaikan. Besarnya jumlah pengangguran akibat PHK di masa pandemi sehingga kita masih menghadapi besarnya angkatan kerja yang memerlukan lapangan pekerjaan,” imbuhnya. (SB/Wie)