Berbekal Dandang & Ember, Penyulingan Daun Eucalyptus Secara Tradisional Diperkenalkan

sentralberita|Medan~Samsul Hasibuan bersama UKM Jurnalis Bina Mandiri memperkenalkan penyulingan Daun Eucalyptus secara tradisional, dalam kegiatan penanaman bersama bibit Eucalyptus dan demo penyulingan minyak Atsiri di Taman Cadika, Medan Johor, Rabu (2/12/2020).

Berbekal dandang (rebusan) bakso dan ember bekas cat yang mendapat dukungan dari UKM JBM, Bapak Samsul memodifikasi menjadi sebuah penyulingan eucalyptus tradisional. Selain itu, dirinya menggunakan pipa AC yang digulung seperti spiral sebagai tempat penangkapan uap kukusan/rebusan dari daun eucalyptus.

Daun eucalyptus direbus atau dikukus dalam dandang bakso tersebut selama 1 s/d 2 jam lebih dalam proses perebusan daun eucalyptus agar menghasilkan minyak Atsiri eucalyptus yang baik.

“Proses penyulingan dilakukan secara tradisional akan menghasilkan minyak dari inti sari eucalyptus dengan hasil yang baik. Saya berbekal pengalaman dahulu yang pernah melakukan penyulingan tradisional. Memang penyulingan eucaplyptus tidak jauh berbeda dengan minyak nilam dan serai. Namun, eucalyptus agak sedikit berbeda karena beberapa kali memgalami kegagalan tapi kita berlajar dari kegagalan tersebut sehingga menghasilkan hasil yang diinginkan,” ungkapnya.

Penyuliangan tradisional tidak membutuhkan waktu yang lama dan bahan-bahannya mudah didapat disekitarnya serta tidak perlu harus membelinya. “Konsep yang saya buat sangat sederhana sehingga masyarakat dengan mudah membuatnya. Yang paling penting bagaimana mengatur temperatur api agar menghasilkan hasil yang baik,” paparnya.

Dia menegaskan minyak eucaliptus diperoleh dengan cara menyuling daun tanaman eukaliptus. Ranting dan kulit kayu tanaman eukaliptus juga memiliki kandungan minyak atsiri, namun kandungan tertinggi terdapat pada daun.

Penyulingan pada umumnya dilakukan dengan teknik penyulingan uap dimana bahan tidak kontak langsung dengan air, tetapi kontak dengan uap. Minyak yang dihasilkan berwarna bening dengan variasi kehijauan dan dapat langsung digunakan sebagai obat oles.

Selain dalam bentuk minyak oles, produk eukaliptus juga banyak ditemukan dalam bentuk balsam, inhaler, roll-on, lotion, dan bahan aromaterapi. Produk Eukaliptus tidak hanya digunakan dalam bidang farmasi, tetapi juga dalam formulasi produk kosmetika, parfum dan fragrance.

“Jadi salah satu upaya agar terhindar dari Corona adalah meningkatkan daya tahan tubuh. Saat ini banyak masyarakat mengonsumsi atau menggunakan berbagai jenis vitamin atau asupan tertentu untuk meningkatkan imunitas tubuh dengan penangkalnya minyak eucalyptus jadi kami berpikir bagaimana melawan virus corona dengan eucalyptus di dalam masyarakat saat ini.

Ya…dengan cara ini ini memperkenalkan penyulingannya agar masyarakat dapat membuat minyak eucalyptus sendiri dengan berbagai produk,” tegasnya

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris UKM JBM Harizal dalam laporannya menyampaikan ide mengenai penyulingan minyak atsiri dengan memanfaatkan tanaman Eucalyptus ini muncul seiring permasalahan yang dialami masyarakat terkait pandemi covid 19.

Pemerintah Kota (Pemko) Medan menyambut baik gagasan dari UKM Jurnalis Bina Mandiri (JBM) dan berharap pihak UKM JBM terus mengembangkan alat penyulingan daun eucalyptus secara tradisional bersama masyarakat.

“Saya berharap, UKM Jurnalis Bina Mandiri nantinya dapat mengedukasi masyarakat agar mengetahui manfaat dari tanaman Pohon Eucalyptus yang menghasilkan minyak atsiri eucalyptus yang mampu menangkal virus corona,” kata Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, H. M Husni. (SB/01)