Kasus Nyaris Pukul Ketua Panwas, Saksi Ahli Tentukan Nasib Akhyar

sentralberita|Medan ~ Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Medan masih harus mendengar keterangan saksi ahli untuk memutus perkara Akhyar Nasution yang dilaporkan Panitia Pengawas (Panwas) Kecamatan Medan Deli.

“Hari ini kita meminta pendapat ahli, apakah masalah ini bisa diteruskan oleh Gakkumdu (Sentra Penegakan Hukum Terpadu) atau dihentikan karena tidak memenuhi unsur pidana pemilunya,” jelas Ketua Bawaslu Medan, Payung Harahap, Selasa (3/11/2020).

Saksi ahli yang dimintai pendapatnya, lanjut Payung Harahap, adalah Indra Gunawan Purba, dosen di Fakultas Hukum Universitas Al Azhar, Medan. “Untuk kajian dari saksi-saksi, baik dari pelapor maupun terlapor, sudah kita pelajari. Jadi untuk itu, kita butuh keterangan ahli agar bisa memastikan kasus ini duduk perkaranya atau tidak,” paparnya.

Dikarenakan masih harus mendengar keterangan saksi ahli, Payung Harahap menyebut pihaknya baru bisa mengumumkan hasilnya pada Rabu (4/11/2020).

“Besok lah keputusannya diumumkan,” tutupnya.

Diketahui sebelumnya, Akhyar Nasution –dalam kapasitasnya sebagai Calon Wali Kota di Pilkada Medan 2020– dilaporkan telah menghalang-halangi tugas jajaran Panwas Medan Deli. Bahkan, calon petahana ini disebut nyaris memukul Ketua Panwas Medan Deli, Faisal Haris.

Amarah Akhyar diduga tersulut lantaran tidak terima diberi surat teguran tertulis oleh Panwas Medan Deli. Teguran itu sendiri sehubungan pelanggaran protokol kesehatan, saat Akhyar menghadiri kegiatan kampanye bersama Paguyuban Pejuang Keluarga Legiman Siap Memenangkan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi, di Jalan Alumunium I, Kel Tanjung Mulia, Kec Medan Deli, Selasa (27/10/2020) lalu.

“Saat itu panwas kelurahan kita melakukan pengawasan dan melihat jumlah yang hadir lebih dari 50 orang dan tidak mengatur jarak, sebagaimana disyaratkan ketentuan yang ada. Makanya, kita memberikan teguran secara lisan sebanyak tiga kali. Namun, tidak diindahkan,” ungkap Faisal Haris, saat dikonfirmasi wartawan.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017, Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 6 tahun 2020 dan Peraturan Bawaslu nomor 4 tahun 2020, beber Faisal, pengawas kemudian berhak mengeluarkan surat peringatan kepada pihak penyelenggara kegiatan tersebut. “Panwas kelurahan berkoordinasi dengan Panwas Kecamatan Deli, untuk melakukan teguran secara tertulis,” tambahnya.

Namun, ungkap Faisal, pihak penyelenggara kampanye tidak mau menerima surat peringatan tersebut. Bahkan, berupaya mengusir petugas pengawas dari lokasi.

“Saya turun langsung. Kita menjelaskan tentang penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran COVID-19 dalam kegiatan tahapan kampanye.

Mereka tidak terima. Alasan pihak panitia bahwa kegiatan tersebut bukan kampanye, tapi arisan Keluarga Pejuang Legiman. Dan saat itulah terjadi adu mulut hingga keributan di lokasi tersebut,” jelas Faisal.

Saat terjadi keributan, Faisal mengungkapkan tiba-tiba Akhyar Nasution datang dan nyaris ‚Äémemukul dirinya. Namun, hal itu langsung dilerai oleh masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

Sementara itu, Akhyar Nasution saat dikonfirmasi seusai melakukan klarifikasi di Bawaslu Medan, Minggu (1/11/2020) membantah kalau dirinya nyaris memukul Faisal. “Selasa malam lalu gak ada apa-apa sebenarnya,” kata Akhyar.

Calon Wali Kota Nomor Urut 1 ini tidak mengakui mengintimidasi Faisal. “Tidak ada. Jadi pada saat itu, selesai acara saya keluar. Ketika pulang saya ambil kereta (motor). Saya tengok (memandang) aja, mungkin inilah Ketua Panwaslu (Faisal) itu. Saya gak kenal sama dia. Saya gak ada ngomong apa-apa sama dia, juga gak ada gerakan apa-apa,” tambahnya.

Terpisah, Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Sumatera Utara, Awaluddin Nasution menyebut bukan baru kali ini Akhyar Nasution bersikap arogan. Publik sebelumnya sempat mencatat hal serupa pernah ditunjukkannya kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker.

“Waktu sidak ke pasar-pasar tradisional dalam kapasitas sebagai Plt Wali Kota Medan, dia membentak-bentak masyarakat yang tidak pakai masker. Bahkan, terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas, beberapa kali dia bersikap kasar. Salah satunya terhadap wartawan yang bertugas menggarap berita di lingkup peradilan,” ungkap Awaluddin. (SB/01)