Hanafiah Harahap: Calon Pemimpin Sejati Itu Harus Siap Menang & Kalah

sentralberita|Medan~ Menjelang hari H pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Medan, tim sukses dua Nasution yang jadi calon walikota Medan juga sudah mulai kelimpungan dalam menyikapi bermunculannya berita-berita miring yang cenderung mengarah kepada black campaign (kampanye hitam) dengan tujuan menjelekkan salah satu pasangan calon agar tidak dipilih oleh masyarakat.

Menyikapi mulai bermunculannya berita-berita terkait dukung dan tak mendukung salah satu pasangan calon oleh Gubernur Edy Rahmayadi, pengamat politik H M Hanafiah Harahap, Senin (16/11/2020) menyampaikan bahwa seorang calon pemimpin sejati harus siap dengan berbagai konsekuensinya, siap menang dan siap kalah.

“Jangan karena merasa ‘peluru’ lawan masih banyak lantas kita membuat dan menciptakan berita atau informasi yang simpang siur yang tujuannya hanya untuk melemahkan lawan. Sekarang tidak jamannya lagi seperti ini, masyarakat sudah semakin cerdas dalam berpolitik,” kata Hanafiah.

Munculnya berita-berita miring bahwa Gubsu Edy Rahmayadi tidak mendukung calon nomor 2 (Bobby-Aulia), menurut Hanafiah itu hak pribadi dari Gubernur.

Akan tetapi, sebagai pejabat negara beliau sudah pasti bersikap netral dan mengajak seluruh ASN juga netral dalam Pilkada serentak 2020.

“Kalau pun ada cerita-cerita miring yang menghubung-hubungkan Edy Rahmayadi dengan Bobby Nasution, secara tegas sebagai orang yang dekat dengan Gubsu saya tau betul sejarahnya. Gubsu semasa menjabat Pangkostrad sudah sangat dekat dengan Bobby Nasution.

Bahkan di acara pernikahan Bobby, pak Edy jadi orang tua/walinya dalam acara pernikahan itu. Bobby itu masih saudara dengan pak Edy, karena Bobby adalah keponakan isterinya, Nawal Lubis. Kalau secara hubungan keluarga, sudah pasti orang tua mendukung anaknya,” tandas Hanafiah.

Hanya saja, tambah politisi Golkar ini, ketika posisi Edy sebagai pejabat negara (Gubernur-Red), berarti dia harus bersikap netral. Kalau pun harus turun untuk kampanye, ya sah-sah saja asal mengajukan ijin terlebih dahulu kepada Mendagri dan diketahui oleh KPU maupun Bawaslu.

“Di tengah suasana pandemi Covid-19 ini, jangan mengada-adakan berita yang tak ada atau menciptakan isu yang tak ada gunanya hanya untuk kampanye hitam,” kata Hanafiah.

Mendekati hari H Pilkada Kota Medan, lanjut mantan Anggota DPRD Sumut 2014-2019 ini, mari sama-sama kita ciptakan suasana yang kondusif. Siapa pun yang nantinya terpilih menjadi walikota Medan tetap marganya Nasution.(SB/01)