Gerimis, Tak Surutkan Tekad Bobby Dengar Aspirasi Warga Gang Denkon Simalingkar B

sentralberita|Medan ~ Dipandu Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP), Bobby Nasution blusukan ke Gang Denkon, Jalan Bunga Rampai 2, Simalingkar B, Medan Tuntungan, Kamis (12/11/2020).

Gerimis tak menyurutkan tekad suami Kahiyang Ayu ini untuk menjumpai warga. Terlebih menjumpai ibu Azizah, warga prasejahtera renta yang selama ini hidup dengan bantuan warga dan Bara JP.

Bobby disambut Azizah dan anaknya Ibnu Rahmadi yang keterbelakangan mental. Ibu tua inipun merasa terharu menantu Presiden Jokowi mau berkunjung ke rumah reotnya.

“Ibu Azizah ini punya dua anak, Sarah dan Ibnu Rahmadi. Anaknya Sarah sudah berkeluarga dan tinggal di Mandala. Tapi kondisinya tak jauh beda, kurang mampu juga. Makanya ibu Azizah berdua saja bersama anak lelakinya,” tutur perwakilan relawan Bara JP, Parkin SM Sihaloho.

Usai menjenguk Azizah, Bobby menyapa warga. Wakil Ketua BPP HIPMI ini mengungkapkan terimakasih kepada warga yang tetap setia menunggu meski hujan gerimis. Berbagai permasalahan pun disampaikan warga kepada Bobby Nasution.

Seperti diungkapkan Nurmi Siregar. Dia mengeluhkan sulitnya mengurus administrasi kependudukan. Sudah berbulan-bulan KTP-nya belum siap-siap. Sebagai warga tidak mampu, diapun mengaku belum pernah dapat bantuan sosial.

Sementara Lusiana Nasution, mengharapkan perhatian Bobby Nasution akan jalanan sekitar pemukimannya. “Tolong perhatikan jalan kami, jalanan berlubang. Warga tidak mampu pun banyak yang tidak mendapatkan bantuan sosial,” terangnya.

Masalah sulitnya pengurusan administrasi kependudukan dan lapangan pekerjaan juga disampaikan warga kepada Bobby Nasution. Kepada warga, Bobby mengaku sangat terbantu oleh keluhan-keluhan yang disampaikan. Sehingga dia mengetahui bagaimana kondisi Denkon, Simalingkar B, Medan Tuntungan.

“Medan sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia harusnya sudah pakai digitalisasi. sehingga untuk urusan ke pemerintah, tidak perlu lagi bawa surat-surat pengantar,” jawab Bobby terkait sulitnya pengurusan administrasi kependudukan di Kota Medan.

Makanya, sambung suami Kahiyang Ayu ini, diawal pemerintahan Bobby-Aulia Rachman, akan diutamakan pendataan digital. “Pemerintahan harus sudah ada sistem digitalnya, ketika dimasukkan data ke kelurahan, tidak perlu lagi buat surat pengantar,” jelasnya.

“Jadi tidak habis ongkos, habis waktu warga untuk mengurus kartu-kartu kependudukan, belum lagi kondisi hujan surat-surat basah, sehingga harus mengurus ulang,” ucapnya.

Untuk mengatasi masalah jalan berlubang, Bobby memaparkan program Medan Bercabang, yakni Medan Bersih, Cantik dan Tak Ada Lubang. Bersama-sama dengan pemerintah pusat dan kabupaten penyanggah dan stakeholder, akan berkolaborasi untuk membenahi jalan, dengan prioritas akses produksi masyarakat. (SB/01)