Siti Aisyah Yuli Silaban Manfaatkan Situasi Covid Jualan Lewat Online

s

Sentralberita|Medan~Mungkin tidak semua orang seberuntung Siti Aisyah Yuli Silaban (49). Ibu tiga orang anak ini justru mendapatkan keuntungan yang lumayan saat terjadi wabah Pneumonia atau yang dikenal dengan Covid19.

” Saya sebenarnya sehari-hari adalah seorang pekerja asuransi. Namun, saya hobby masak. Apalagi anak-anak saya juga penggila bakso berat,” kata Yuli, demikian wanita ini disapa.

Walau pun seorang pekerja tapi Yuli tidak pernah diam. Apa yang bisa dikerjakan selalu dilakukannya. Apalagi kalau sesuatu itu yang bisa bemanfaat buat diri dan keluarganya.

Ditengah situasi Covid saat ini. Tentu warga Medan harus lebih banyak berada di rumah. Wanita ini lalu memanfaatkan situasi yang ada untuk jualan lewat online. Dan, dia juga belajar khusus bisnis di dunia online.

” Awalnya saya pamer kuliner bikinan saya yakni bakso di media sosial. Awalnya orang hanya bertanya-tanya. Tapi, tak membuat saya lantas berputus asa,” ujar Yuli yang tetap memamerkan baksonya di sosmed sejak dua tahun yang lalu sampai sekarang.

Namun, lambat laun, ternyata permintaan bakso Yuli dari hari ke hari terus bertambah. Setiap hari ada saja pembeli yang menanyakan bakso Yuli di sosmed. Mereka rata-rata repeat order.

Wanita yang terlihat lincah ini sudah dua tahun jualan bakso online. Namun, jualan di tempat yang sekarang baru satu bulan ini.

Rasa bakso Yuli memang terbilang beda. Enak dan lembut. Ukuran bakso juga tergolong besar. Bakso bikinan Yuli dagingnya tidak pakai kulit. ” Itu yang bikin pelanggan saya ketagihan,” papar Yuli yang masak bakso ini habis Subuh setiap harinya.

Hingga akhirnya, kebetulan ada teman Yuli yang menawarkan lokasi untuk tempat jualan. ” Lokasi itu dulunya adalah tempat bimbel ( bimbingan belajar,red ), namun karena Covid maka bimbel itu tutup. Jadilah saya ditawarkan lokasi disitu. Sistem penjualan kami model food court,” ungkap istri dari seorang pelayar ini.

Selain bakso, kata Yuli, dia juga menjual mie goreng, mie hun goreng, martabak dan kue bawang. Tapi, kuliner yang favorit itu adalah bakso.

Jualan online sudah digeluti Yuli dua tahun yang lalu. Namun, sejak adanya Covid, baru sebulan belakangan ini dilakoni Yuli di lokasi Jl Iskandar Muda.

Sebelum ke kantor, habis Subuh, Yuli sudah bersiap-siap di dapur dibantu oleh empat orang karyawannya. ” Saat ini saya jualan masih dibantu anak sulung saya Taufik Arifan. Saya bagian pengolahan sementara anak saya yang jualan,” papar Yuli panjang lebar.

Harga bakso dibanderol Yuli Rp 18 ribu satu porsi. Dan,” saya juga jual bakso dalam bentuk prozen. Untuk bakso sapi dipatok Rp 120 ribu per kg dan bakso ayam Rp 50 rb per kg. Kalau rasa sapi ini hanya kalangan tertentu saja yang mau. Jumlah bakso bisa dapat 70 bakso untuk ukuran 1 kg,” tutur Yuli lugas.

Wanita ini sediikit memberi tip bagi ibu-ibu yang lebih banyak berada di rumah di saat Covid seperti ini. ” Sebisa mungkin manfaatkanlah waktu yang ada. Minimal berusaha lewat dunia online. Jadi jangan sampai kita menyia-nyiakan waktu senggang kita dengan sesuatu yang tidak bermanfaat. Jualan online berarti kita juga menjalin silahturahmi lewat online,” pungkas Yuli bersemangat.(SB/Debby S)