Beli Sabu Pakai Uang Palsu & Aniaya Polisi, Wak Said Didakwa Pasal Berlapis

sentralberita|Medan ~Syaiful Bahri Siregar alias Wak Said(57) warga Medan Belawan menjadi pesakitan Pengadilan Negeri Medan,Jum,at (23/10).

Selain ingin membeli sabu menggunakan uang palsu terdakwa juga melakukan penganiayaan terhadap polisi yang melakukan penyamaran (Undercover Buy).Sehingga terdakwa dijerat dengan pasal berlapis oleh JPU.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arif Kadarman dihadapan hakim yang diketuai Deson Togatotop berawal pada Senin(31/3/2020) sore, saksi korban Ridwan bersama-sama dengan saksi Yuda melakukan penyamaran Undercover Buy untuk mengungkap peredaran narkotika jenis shabu-shabu terhadap bandar shabu yang bernama Bunda, terdakwa Said dan Sugiarto untuk menyerahkan sabu seberat 8 gram.

Dengan perjanjian Rp 7 juta, setelah sampai dilokasi, para saksi polisi itu membawa uang palsu. Karena saksi korban merasa curiga penyamarannya sudah ketahuan. Lokasi transaksi juga dialihkan akhirnya saksi korbanpun membatalkan transaksi pembelian sabu tersebut.

Pada saat saksi korban hendak pulang kemudian informan ditarik bajunya oleh terdakwa namun saksi korban tetap menjalankan sepeda motornya. Sekitar 4 meter, korban di hadang oleh Suroso dan Anggi sehingga saksi korban terjatuh dari sepeda motornya.

Pada saat korban terjatuh lalu terdakwa langsung memukul hidung dan mulut korban, kemudian Sugiarto dan dua temannya datang langsung memukul dan menendang badan saksi korban berulang kali.

Kemudian terdakwa menarik saksi korban hingga berdiri dan merogoh kantong celana sebelah kanan korban dan mengambil uang yang ada disaku celana sebesar Rp 7 juta.

Kemudian, dari hasil uang itu, Sugiarto memberikan Rp 5 juta, kepada Suroso untuk disimpankan.

Perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 365 atau kedua 170 Ayat 2 Ke- 1 dan 2 KUHP, atau ketiga 351 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.(SB/ FS)