Untuk Modal Petani Hamparan Perak, Global Wakaf ACT Sumut Salurkan 26 Juta

sntralberita|Medan~Sebanyak 13 orang Petani di Dusun 5 Kebun Baru, Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak, Kab. Deliserdang, Sumatera Utara menerima bantuan modal usaha dari Global Wakaf-Aksi Cepat Tanggap Sumatera Utara (ACT SUmut).

Melalui program Wakaf Modal Usaha Mikro (WMUM) ACT Sumut, menyalurkan modal usaha masing-masing sebesar Rp. 2.000.000,- untuk 13 orang petani.

Penyaluran WMUM untuk 13 orang petani ini merupakan penyaluran perdana dan sebagai pilot project dalam program Global Wakaf.

Yang diharapkan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dan dilaksanakan di beberapa pelosok desa di Sumatera Utara khususnya, demikian Sakti Wibowo selaku staf program ACT Sumut menjelaskan.

Disela-sela kegiatannya, Rabu (9/9) di Dusun 5 Kebun Baru Desa Hamparan Perak kemarin, Sakti juga mengemukakan alasannya memilih petani di Dusun 5 Hamparan Perak ini sebagai pilot project WMUM.

Menurutnya, selain mudah dijangkau dari kota Medan, di Kebun Baru ini Kelompok Tani nya juga sangat mudah di koordinir.

Apalagi, nasib petani disini sangat menyedihkan, selain terdampak oleh masa pandemi yang berakibat pada sulitnya memenuhi kebutuhan pupuk tanaman, tapi juga selama 2 bulan belakangan ini para petani sudah 2 kali mengalami gagal panen. Hal ini tentu saja berpengaruh pada perputaran rupiah di rumah tangga para petani.

Atas kesadaran untuk saling membantu terhadap sesama, maka Global Wakaf ACT melalui program Wakaf Modal Usaha Mikronya, ingin meringankan beban para petani dalam hal memenuhi kebutuhan bercocok tanam.

Diharapkan bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin demi kebutuhan bercocok tanam mereka, bukan untuk kebutuhan sandang pangan mereka, ujar Sakti.

Sujiono (50 tahun) seorang petani yang menerima bantuan Wakaf Modal Usaha Mikro (WMUM) mengatakan merasa bersyukur sekali dan berterimakasih kepada Global Wakaf ACT Sumut, dan bantuan benar-benar sangat dibutukan oleh para warga khususnya petani didesa ini.

Apalagi disaat seperti sekarang ini, sebulan belakangan ini proses bercocok tanam kami pun menurun, dan terancam akan gagal panen kembali.

Hal ini dikarenakan curah hujan yang bekepanjangan serta rendahnya lokasi persawahan berakibat pada genangan air di persawahannya menenggalamkan bibit padi yang baru saja ditanam.

Tahun ini seharusnya 3 kali panen, kini semuanya hanya angan-angan, demikian jelas Sujiono. Bantuan modal usaha WMUM ini sangat bermanfaat dan datang disaat yang tepat, saya ucapkan terimakasih kepada Global Wakaf ACT, pungkasnya. (SB/01/ilham)