Bobby Nasution Pernah Belajar dengan Wali Kota Surabaya

Sentralberita|Medan – Bobby Nasution menghadiri pertemuan dengan masyarakat Jalan Pelajar Kecamatan Medan Kota, Selasa (29/9/2020) malam.

Kehadiran Bobby Nasution tentu saja untuk menyerap aspirasi dari masyarakat Medan. Pasangan calon wali kota Medan nomor urut 2 yang diusung delapan partai politik itu, mengenalkan program visi-misi yang akan dilaksanakan bila terpilih menjadi wali kota Medan.

Ingin ajak semua lapisan untuk berkolaborasi demi kemajuan Kota Medan. “Nikmat begitu besar telah diberikan Allah SWT kepada saya.

Dan saya ingin berbagi dengan masyarakat Medan. Saya akan wakafkan diri untuk manfaat bagi masyarakat Medan,” kata Bobby Nasution.

Yang utama dipastikan Bobby, tidak akan ada tindak pidana korupsi di Pemko Medan setelah menantu Presiden Joko Widodo itu duduk di pemerintahan.

Seperti diketahui, wali kota Medan tiga kali berturut bermasalah lantaran korupsi.

“Korupsi jadi masalah pada pembangunan. Saya ingin masyarakat ikut memantau anggaran di Medan,” papar Bobby.

Ketika menjabat kelak, Bobby janji akan membuka data anggaran seterang-terangnya. Dan pelayanan juga akan jadi lebih baik. Caranya dengan menerapkan merit sistem.

“Pejabat kelak duduk di jabatan tertentu tidak bayar. Namun sesuai dengan kemampuannya,” lanjut Suami Kahiyang Ayu itu.

Berikutnya, Bobby Nasution akan fokus pada pendataan masyarakat secara akurat. Hal itu akan bermanfaat pada penerapan program yang akan diusungnya.

“Sejauh ini masalah terjadi di masyarakat karena datanya tak jelas. Jadi program yang ada tidak tepat sasaran. Nanti akan kita fokuskan pendataan akurat,” lanjut Alumni S2 Agribisnis IPB itu.

Pembangunan SDM yang baik juga telah dipikirkan oleh Wakil Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia itu.

Caranya dengan memberikan beasiswa. “Seribu beasiswa kita siapkan. Anggaran harusnya cukup. Kalau kurang bisa kita tambah,” kata Bobby.

Warga sekitar berkomunikasi dengan Bobby mendukung program Bobby sepenuhnya. Terkait PKH dan program Rastra banyak yang tidak dapat, padahal mereka membutuhkan.

Menyahuti itu, Bobby menyiapkan program bernama Medan Satu Data. Program ini diadopsi Bobby dari beberapa kota maju di tanah air. Seperti Surabaya.

“Saya belajar langsung dengan Bu Risma (wali kota Surabaya) dan saya datang langsung ke Kabupaten Banyuwangi yang sangat rapi pendataan masyarakatnya.

Insya Allah itu akan kita terapkan di Kota Medan, karena sangat baik. Data akurat, seluruh program akan tepat sasaran,” papar Bobby.(SB/01)