Akhyar Akui Ikon Kota Medan Belum Ada , Mohon Maaf kepada Masyarakat

sentralberita|Medan~Plt Pemko Medan, Ir Akhyar Nasution bersilaturrahmi Unit Wartawan Pemko Medan, Selasa (22/9/2020) di Taman Candika Medan Kelururahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor. Pertemuan diiringi dengan dialog dan tukar pikiran sekaligus Akhyar pamitan sementara karena akan cuti terkait Balon Pilkada Kota Medan.

Dihadapan ratusan wartawan dari berbagai media cetak, online dan TV tersebut, Akkyar menyampaikan kota Medan pada tahun 2020 mengalami penyusutan anggaran sekitar 1,3 triliun dalam APBD kota Medan. Ini merupakan beberapa hal akibat covid-19, implikasinya memang sangat multi kompleks.

“Jadi mohon maaf kami, jika pada tahun 2020 ini relatif tidak banyak yang bisa dilakukan oleh pemerintah Kota Medan dan saya yakin bukan saja Pemko Medan, tapi di seluruh dunia 31 juta lebih yang fositif covid-19, sehingga seluruh dunia mengalami hal yang sama.

Kita berusaha berdoa, mudah-mudahan cepat berlalu tapi tak bisa berlalu namun obatnya ada, kita meningkatkan imunitas,”ujarnya yang dihadiri dihadiri Kadis Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan HM Husni, Camat Medan Johor Zulfakhri Ahmadi, Kabag Humas Setdako Medan Arrahman Pane dan Kabid Komunikasi Publik Dinas Kominfo Syaiful Amri

Kemarin saya melihat data angka kematian rata-rata nasinal 3,9 persen,saya tanya Kadis kesehatan kapan dan sampai dimana batas disebut penyakit biasa, sebab penyakit biasa di bawah angka 1,2 persen, tapi data kemarin masih 3,9 jadi masih diatas peyakit biasa maka disebut penyakit wabah, maka kita tidak bisa berleha-leha

Sesungguhnya di tahun 2020 ini banyak hal yang sudah kita rencanakan mau dilaksanakan antara lain Dinas Pertamanan dan kebersihan, pak Husni sudah menyiapkan membangun air mancur di Taman Sri Deli.

Menurut Akhayar, sesunguhnya kota Medan tidak terlalu tertinggal, tapi memang belum ada ikon, sehingga masyarakat menganggap biasa-biasa saja, karena memang belum ada yang ikon di kota Medan.

Padahal tahun 2020 sudah dipersiapkan sesuatu ikon di kota Medan tapi rezkinya tergusur oleh covid-19.

“Jadi mohon maaf kami kalau belum ada ikon selama ini, karena memang fokusnya dalam perawatan jalan-jalan di kota Medan , memang benar ketika saya mendamping Zjulmi Eldin memimpin banyak jalan-jalan yang babak belur, namun sudah ditangani, walau sudah ditangani bagus tapi ada yang rusak lagi.

Drainase sudah banyak diperbaiki, taman-taman dah dipersiapkan dengan tribune dan listrik-listrik, sehingga bisa berkreasi anak-anak muda dan lain sebagainya, seperti Taman Candika, sehingga jadi pusat kegiatan masyarakat.

Dalam pendidikan, saat ini terkendala oleh Covid-19 sehingga Pemko Medan belum berani membuat kebijakan tatap muka karena resiko besar sekali.Jadi mohon maaf.

Sebelumnya M.E Ginting menyampaikan terima kasih kepada Plt wali kota Medan Ir Akyar Nasution menyempatkan hadir bersama dengan wartawan unit Pemko Medan yang selama ini juga telah banyak berkontribusi kepada wartawan.(SB/01)