Terkait Riba, Diduga Sejumlah Kades Paksakan Pengerjaan Fisik ke Rekanan

sentralberita | Sergai ~ Sejumlah Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Dolok Merawan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) disinyalir telah menggunakan Anggaran Tahun 2020 dari Dana Desanya (DD) untuk pengerjaan fisik.

Hal itu terungkap dari hasil pantauan dan investigasi sentralberita.com pada Selasa (25/08/2020) ke beberapa desa yang pengerjaan fisiknya bukan dikerjakan atau dilaksanakan dengan swakelola desa melainkan oleh pihak rekanan.

Beberapa sumber yang tidak ingin namanya dipublikasikan menyebut sejumlah kades memberikan pengerjaan kegiatan fisiknya kepada rekanan tertentu itu disebabkan karena para kades ada menerima pinjaman uang kapada pihak rekanan dengan kesepakatan para kades menyerahkan proyek fisik dan kegiatan lainnya dikerjakan oleh rekanan ini.

” Benar bang, kami gak kenal orang-orang yang datang ke desa ini tiba-tiba saja langsung mengerjakan leaning parit ini,” ungkap seorang warga perkebunan PTPN III Gunung Para Desa Bandar Awan, Kecamatan Dolok Merawan sembari memberitahukan jika leaning tersebut dibangun tepat di depan Kantor Afdeling Perkebunan.

Senada, seorang warga Desa Panglong (desa perkebunan) yang sama menyesalkan kegiatan pembuatan leaning di desanya dikerjakan orang dari luar desanya. Menurutnya, jika warga desa yang lelaki tidak dilibatkan karena pekerjaan di perkebunan, kepala desa dapat saja menawarkannya kapada para ibu yang ingin bekerja sesuai kemampuannya.

” Kalo bapak-bapak memang kerja kebun, tapi ibu ibu yang ingin bekerja kan pasti ada. Sedangkan kerja harian di kebun mereka mau.Kan banyak ibu-ibu yang kita tahu sanggup kerja sebagai kernet di bangunan, Kalau tenaga ahlinya orang dari luar desa, itu gak masalah lah,” ujarnya.

Dikonfirmasi, kades Bandar Awan, yang dipanggil Ucok dan kades Panglong, Sopian belum dapat memberikan keterangan. Namun Kepala Desa Paritokan, Misnani sebelumnya menyangkal jika proyek fisik rabat beton di desannya dikerjakan pihak rekanan, melainkan swakelola.

Informasi tentang adanya rekanan yang menawarkan uang pinjaman kepada sejumlah kepala desa khususnya di desa kecamatan Dolok Merawan Kabupaten Sergai sudah menjadi bahan perbincangan berbagai kalangan, termasuk wartawan.

Dikhawatirkan, rekanan ini cuma hanya untuk mengejar keuntungan pribadi semata saja dari hasil kwantitasnya dan bukan kwalitas.

Jika demikian, sudah pasti akan menyulitkan para kades dalam pelaporan anggarannya, sementara si rekanan bebas dari tanggung jawab karena beberapa kades tetap menyatakan kegiatan fisiknya dikerjakan dengan swakelola desa.(SB/jontob)