Memakai Masker Senjata Hindari Terpapar Virus

sentralberita|Kuningan~ Di masa pandemi Covid-19 ini, salah satu senjata penting agar tidak terpapar virus adalah dengan memakai masker. Masker adalah senjata yang bisa memproteksi perorangan agar tak tertular virus.

Maka, Presiden Jokowi memerintahkan dalam dua minggu ini, semua harus all out dalam gerakan pembagian masker. Manfaatkan jalur PKK dan juga local wisdom di masing-masing daerah

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan itu saat memberi sambutan di acara Launching Gerakan Sejuta Masker dan Pengarahan Kepada Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Kuningan yang digelar di Pendopo Kabupaten Kuningan, Sabtu (15/8/2020).

Acara launching gerakan masker itu sendiri dihadiri langsung Bupati Kuningan, Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan dan Forkopimda Kabupaten Kuningan. Ikut hadir juga Bupati Cirebon beserta Forkopimda Kabupaten Cirebon, Bupati Majalengka dan jajaran Forkopimdanya.

Kepala daerah yang juga hadir di acara itu adalah Walikota Cirebon dan jajaran Forkopimda Kota Cirebon.

Acara itu juga dihadiri para tokoh agama, tokoh masyarakat, Camat se-Kabupaten Kuningan. Sementara dari Kementerian Dalam Negeri, pejabat yang hadir antara lain, Dirjen Otonomi Daerah Akmal Malik,
Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Bahtiar, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Syafrizal dan Dirjen Bina Keuangan Daerah Moch. Ardian Noervianto Dalam kesempatan itu juga, nampak hadir virolog drh. Moh. Indro Cahyono.

Menurut Mendagri, membiasakan orang pakai masker harus diakui tak mudah. Tidak gampang. Karena ini terkait langsung dengan kebiasaan dan perilaku masyarakat.

Ini tentunya perlu pemahaman dari sisi ilmu sosiologi, yaitu terkait dengan kontrol dan kendali sosial. Dan kendali sosial ini tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah tapi harus didukung oleh semua elemen.

” Oleh karena itu saya sampaikan, pertama masker yang dibagikan tolong sebaiknya adalah masker kain supaya bisa dicuci ulang oleh masyarakat dengan sabun. Udah itu sudah cukup membunuh,” ujarnya.

Namun, dari kunjungannya ke belasan provinsi, Mendagri mengakui, jika ia melihat masih banyak masyarakat yang tidak memakai masker. Katanya, ada dua kemungkinan kenapa masyarakat enggan pakai makser.

Pertama karena mereka memang tidak mau pakai masker. Tidak maunya karena mungkin tidak tahu apa gunanya masker itu.

Yang kedua karena memang dia tidak mau merasa terganggu. Mengganggu kehidupannya atau merubah pola hidupnya.

” Makanya kita membuat gerakan bagi masker bagi dulu, soft. Nah pembagiannya seperti apa? Tolong jangan top-down jangan dari APBD dibelikan masker dan kemudian dibagikan begitu saja. Itu tidak menimbulkan kegotongroyongan. Mobilisasi masyarakat kesadaran akan pentingnya solidaritas sosial.

Yang dilakukan adalah pemerintahannya sebagai trigger, pemerintahannya sebagai motor. Oke beli dengan APBD sebagian butuh 1 juta, pemerintah menyiapkan 300 ribu boleh, aetelah itu 700 ribu ajak masyarakat, ” ujarnya.

Jadi masyarakat yang mampu di daerah tersebut, entah itu pengusaha, pihak hotel, restoran dan lain-lain, kata Mendagri ikut bergotongroyong dalam gerakan pembagian masker. J

ika masker telah tersedia, baru dibagikan dengan menggunakan struktur formal, baik kecamatan, keurahan sampai ke desa, RT dan RW. Dibagikan jalur formal.

“Dan pesan dari Bapak Presiden khusus kepada kita semua yang birokrat tolong juga sertakan PKK , karena PKK memiliki jaringan sampai ke RT dan RW. Babinsa, Babinkamtibmas mungkin hanya sampai tingkat desa tapi kalau ibu-ibu PKK itu sampai ke tingkat RT dan RW.

Dan salah satu keunggulan menurut Pak Doni Monardo kemarin, salah satu keunggulan ibu-ibu ini salah satu budaya kita itu taat kepada ibu-ibu daripada kepada bapak-bapaknya. Jadi manfaatkan jalur PKK,” katanya.

Tapi Mendagri mengingatkan, nanti dalam membagikan masker, ibu-ibu PKK yang membagikan juga memakai masker dengan benar. Jangan maskernya taruh di bawah hidung.

Jalur lain yang bisa diberdayakan dalam gerakan pembagian masker adalah lewat jalur-jalur yang sesuai dengan local wisdom. Jalur kearifan lokal yang ada di wilayah itu.

” Misalnya tokoh-tokoh agama, tokoh adat. Siapa yang berpengaruh memiliki massa yang banyak, pengikut yang banyak, pendengar yang banyak , gunakan jalur itu. Tapi memang harus diberikan pengertian dulu.

Kemudian gunakan juga media-media seperti kalau dulu media wayang atau media apa yang masuk di masyarakat sehingga masyarakat di grass root betul-betul mengerti persoalan. Kita sekarang adalah mensosialisasikan di tingkat grass root, akar rumput.

Kalau kelas menengahnya mungkin mengerti tentang masker tetapi yang di bawah belum paham. Nah inilah sehingga beliau perintahkan dua minggu ini semua harus all out,” ujarnya.

Mendagri juga sangat berharap banyak, dengan adanya inisiatif dari Bupati Kuningan ini dalam gerakan sejuta masker ditularkan ke tempat lain. Sebab tidak ada salahnya meniru yang baik. Bahkan kalau bisa meniru untuk kemudian dikembangkan dengan variasi lain.

” Di Cirebon, di Kota Cirebon, di kabupaten Majalengka dan lain-lain , karena ini mohon maaf spesifikasi daerah ini mobilitas masyarakat sangat tinggi dari Kuningan ke Cirebon, ke kota ke Majalengka ke Brebes ke Cilacap. Kalau Kuningan saja kabupaten semua pakai masker di daerah sekitarnya tidak ya terjadi penyimpangan lagi. Ping pong- an lagi , disana merebak terus lolos masuk ke Kuningan.

Ping pong, di sini sudah bagus akhirnya jadi merah lagi. Sebaliknya kalau di satu daerah Kota Cirebon sudah kencang tapi di daerah lain Majalengka tidak, orang Majalengka kan tidak bisa dihambat masuk ke Cirebon menulari lagi , akhirnya yang terjadi ping pong ping pongan, kapan selesainya,” urai Mendagri.

Jadi katanya, harus ada keserentakan di setiap tiap region. Karenanya, ia juga minta Walikota Cirebon, Bupati Cirebon dan juga Bupati Majalengka membuat gerakan yang sama. Masifkan dengan pengumpulannya. Dengan semangat gotong royong dan setelah itu dibagikan kepada masyarakat sambil sosialisasikan dengan berbagai elemen yang berpengaruh di masyarakat.

” Harapan kita mudah-mudahan Cirebon dan sekitarnya, Cirebon raya, ini masyarakatnya mayoritas semua pakai masker. Sehingga angkanya akan Insya Allah angkanya akan jauh menurun. Sekali lagi apresiasi yang sangat tinggi kepada Bapak Bupati atas inisiatifnya.

Terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati Majalengka Cirebon dan walikota Cirebon Dan terima kasih sekaligus. kita tunggu kerja keras dari semua elemen TNI Polri dan lain-lain tokoh-tokoh, lebih khusus tentunya ibu Ketua PKK,” katanya.(SB/01/Puspen)