Kawal Ambulans Bawa Pasien Covid-19, Driver Ojol Dapat Apresiasi

Driver Gojek asal Medan, Joshua Sihotang, menerima penghargaan, salah satunya berupa atribut driver Gojek dari Vietnam dan Thailand yang sekaligus menjadi simbol integrasi Gojek di 4 negara Asia Tenggara Rabu (19/8).

sentralberita|Medan~ Di tengah siang itu, ada pemandangan tidak biasa, seorang driver ojol dengan seragam hijaunya mengawal sebuah ambulans yang bersirene nyaring.

Driver itu mengimbau kendaraan untuk memberikan jalan, layaknya seorang petugas pengawalan.

Tidak heran, karena di dalam ambulans ada seorang pasien yang memerlukan tindakan medis dan perjalanan terhambat karena banyak pengguna jalan tidak memberi jalan.

“Aku tak bisa melihat ambulans terjebak macet, karena kalau sudah pakai ambulans, artinya pasiennya perlu pertolongan secepatnya, “, ungkap Joshua Sihotang (20 tahun), sang driver ojol tersebut. Bersama-sama dengan sesama rekan driver ojol dari komunitas di Jalan Ayahanda Medan,

Joshua sudah sering membantu mengawal ambulans untuk mencapai lokasi tujuan dengan lebih cepat, baik ambulans rumah sakit maupun ambulans Gojek Medan.

Seperti minggu lalu, di mana ia dan rekan-rekannya mendampingi perjalanan ambulans Gojek yang membawa seorang rekan mitra pengemudi ojol dari RS di Perbaungan ke salah satu RS swasta di Medan.

Pemindahan tersebut dilakukan karena fasilitas di RS pertama tidak memadai sehingga pasien harus dibawa ke Medan. Perjalanan tersebut menempuh jarak lebih dari 40 km.

Dalam beberapa kesempatan lain, Joshua ikut mengawal ambulans RS umum yang membawa pasien Covid-19. Di saat terjadi banyak penolakan terhadap pasien Corona, ia justru merasa perlu untuk ambil bagian membantu pasien agar segera mendapatkan pertolongan.

“Seperti halnya kawan-kawan relawan yang lain, saya juga merasa terdorong dari hati saya. Apalagi kondisi masyarakat sekarang, melihat ambulans tidak respek, makanya saya ikut menjadi relawan membantu perjalanan ambulans termasuk yang membawa pasien Covid-19,” terangnya.

Dalam melaksanakan pengawalan, Joshua dan rekan-rekannya tetap menjalankan protokol Covid-19 yaitu menjaga jarak, kebersihan tangan dan memakai masker. Hal ini sejalan dengan imbauan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara yang disampaikan oleh dr Aris Yudhariansyah kemarin (18/8).

GTTP mengimbau seluruh elemen masyarakat menjalankan Peraturan Gubernur (Pergub) Sumut Nomor 34 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Inisiatif yang dilakukan oleh Joshua dan rekan-rekannya menunjukkan bahwa masyarakat dapat mendukung penanganan Covid-19 dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan untuk menjaga kesehatan diri.

Segala kegiatannya melakukan pengawalan dilakukan secara sukarela tanpa mendapatkan atau mengharapkan imbalan dari siapapun, karena menurut Joshua, membantu sesama sudah menjadi kepuasan tersendiri untuk dirinya, karena dapat menolong dan bermanfaat bagi masyarakat.

Inisiatif baik ini diapresiasi oleh Gojek, di mana ia bergabung sebagai mitra sejak akhir tahun lalu. Pada tanggal 17 Agustus 2020, Joshua Sihotang diberikan penghargaan di kantor Gojek Medan, yang dilaksanakan bertepatan dengan momen HUT ke-75 kemerdekaan Republik Indonesia.

“Keberadaan mitra-mitra seperti Joshua Sihotang menjadi inspirasi bagi Gojek untuk terus mendukung aktivitas positif seluruh mitra dalam ekosistem kami.

Kami menjadikan dedikasi mitra kami tersebut sebagai inspirasi untuk terus maju dan merayakan kemerdekaan dengan karya,” papar Head of Regional Corporate Affairs Sumbagut Dian Lumban Toruan.

Dengan semangat yang sama, kata Dian, di momentum kemerdekaan ini Gojek mempersembahkan aplikasi driver baru yakni GoPartner yang sudah terintegrasi di 4 negara Asia Tenggara yang dapat menunjang aktivitas pekerjaan mitra driver dengan lebih baik lagi.

Joshua kaget saat mendapat informasi tentang apresiasi ini. “Inisiatif ini spontan saya jalankan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Saya senang sekaligus bangga inisiatif saya diapresiasi,” sebutnya.

Ia juga berharap agar masyarakat lebih mengerti lagi, bahwa dalam berlalu lintas, ada prioritas yang perlu diberikan kepada pelaksana unit reaksi cepat.

“Prioritas utama itu untuk damkar (pemadam kebakaran) dan ambulans. Saya harap masyarakat lebih mengerti dan memberikan jalan ketika ada ambulans melintas atau terdengar sirene damkar, agar langsung menepi ke kiri atau kasih jalan agar damkar atau ambulans bisa melintas dengan lancar,“ tutupnya.(SB/Wie)