BPS Gelar Kick-Off Sensus Penduduk September 2020

Kepala BPS Sumut Syech Suhaimi (kanan) berbicara kepada wartawan di kantornya Jalan Asrama Medan Senin (31/8/2020).

sentralberita|Medan~Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan Kick-Off Sensus Penduduk 2020 secara door to door wawancara ke masyarakat Indonesia karena masih banyak yang belum tercatat dalam sensus dan diharapkan masyarakat memberitakan data yang diminta karena SP 2020 “Mencatat Indonesia”.

Hal itu diungkakan Kepala BPS Sumut Syech Suhaimi mengatakan hal itu pada acara Kick-Off Sensus Penduduk Indonesia 2020 yang digelar secara nasional melalui live streaming Senin (31/8/2020). Acara virtual nasional itu dibuka Kepala BPS Suharyanto.

Syech mengatakan Sensus Penduduk dimulai pada Pebruari hingga Mei 2020 yang dilaksanakan secara online dan pada 1-31 Juli 2020 SP secara wawancara.

“Di tengah perjalanan SP2020 ini kita berhadapan dengan badai pandemik Covid-19 yang tak hanya melanda Indonesia saja namun seluruh belahan dunia.

Semoga Yang Maha Kuasa selalu menjaga kita dan menganugerahkan kesehatan kepada kita semua,” katanya
Syech mengatakan hasil Sensus Penduduk Online 2020, dimana telah tercatat sebanyak 2,34 juta penduduk Sumatera Utara atau sekitar 15,84 persen dari proyeksi jumlah penduduk Sumatera Utara tahun 2020.

Pada SP2020 Online juga telah berhasil mencatat 561,89 ribu keluarga atau sekitar 14,78 persen keluarga di Sumatera Utara yang tercatat.

“Hasil ini adalah hasil kerja kita bersama, tidak hanya milik BPS namun juga atas kontribusi para stakeholder dan tim media yang juga turut hadir disini,” katanya.

Syech menyebut Sensus Penduduk 2020 tidak usai sampai disini. Namun masih ada serangkaian kegiatan yang akan kita hadapi bersama-sama.

Masih ada sekitar lebih 84 persen penduduk Sumatera Utara yang belum tercatat pada Sensus Penduduk 2020 Online dan harus dicatat pada Sensus Penduduk September 2020 mendatang. Dan jumlah tersebut akan terus bertambah mengingat mobiltas penduduk yang pasti terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Kabid Statistik Sosial BPS Sumut Mukhamad Mukhanif menambahkan untuk SP September 2020 ini ada pengurangan petugas dari 19.041 orang jadi 9.133 orang di Sumut karena masa pandemi Covid-19.

Dalam pelaksanaannya, petugas ketat mengikuti protokol kesehatan yakni dirapid test, pakai APD lengkap, jaga jarak. Untuk pelatihan petugas juga jarak jauh via zoom dan pembelajarannya secara mandiri.

Mukhanif menyebut sensus di lapangan terbagi tiga zona yak zoma 1 : kuisioner di antar dan ditinggal, diberi penjelasan. Zona 2 : petugas hanya menggunakan dafar penduduk, verifikasi pertanyaan dan zona 3: petugas diantar kadus/kapling.

Untuk zona 1 dan 3 itu diharapkan mendapatkan hasil antara lain jenis kelamin, status domisili dan kepemilikan NIK.

“SP 2020, sebagai bridging penyempurnaan data kependudukan, menuju satu data kependudukan Indonesia. Yang belum tercatat bisa pada SP September 2020,” katanya.(SB/Wie)