USTDA-RI Kerjasama Bangun Infrastruktur Gas

sentralberita|Batam~Badan Perdagangan dan Pegembangan Amerika Serikat (USTDA) hari ini memberikan hibah kepada PT Nusatarma Properta Panbil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan ketahanan energi di Indonesia.

Siaran pers yang diterima Senin (22/6/2020) dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta menyebutkan investasi USTDA yang ditargetkan akan membiayai studi kelayakan guna mengevaluasi pembangunan terminal penerimaan gas alam cair (LNG), dan juga fasilitas

penyimpanan dan pengiriman dari kapal satu ke kapal lainnya (transshipment) di Pulau Asam. Partisipasi USTDA ini akan membuka kesempatan ekspor bagi penyedia teknologi gas alam cair AS.

“Selama berabad-abad, USTDA telah membantu mitra-mitra seperti Indonesia merancang prioritas infrastruktur gas, dan proyek kami akan memberikan sumber daya penting untuk wilayah bagian barat Indonesia dan mengeksplorasi pilihan yang lebih luas untuk transportasi gas antar pulau,” kata pejabat direktur USTDA Thomas R. Hardy.

Terminal yang diusulkan dan fasilitas terkait akan menampung dan mengelola gas alam cair (LNG) untuk selanjutnya melalui transportasi antar pulau, jalur pipa injeksi, atau bunker bahan bakar di laut, tergantung rekomendasi akhir dari studi kelayakan.

“Kami adalah perusahaan regional dengan visi menjadi pemain internasional, dan kami berharap dapat bekerjasama dengan USTDA dan perusahaan-perusahaan AS untuk mengembangkan sektor energi di kawasan ini,” kata Patrick Aritonang, Direktur PT Nusatama Properta Panbil.

Mahdian, Chief Financial Officer PT Nusatama Properta Panbil menambahkan Panbil telah berkontribusi pada pembangunan Batam selama hampir tiga dekade. “Kami senang menerima kepercayaan, keyakinan, dan dukungan dari USTDA untuk lebih jauh mengembangkan sektor energi di Indonesia,” katanya.

Studi ini adalah salah satu proyek US Gas Infrastructure Exports Initiative dari USTDA dan Administration’s Asia Enhancing Development and Growth through Energy (Asia EDGE), yang memperkuat keamanan energi dan memperluas akses energi di negara-negara mitra.

Perusahaan Amerika Serikat tertarik untuk mengajukan proposal untuk studi kelayakan yang didanai USTDA.(SB/Wie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.