Mendagri Tito Ingatkan Pemda Utamakan Kebutuhan Rakyat, Bukan Kemauan Rekanan

sentralberita|jakarta~Rakortek Perencanaan Pembangunan Regional 1 yang meliputi 18 provinsi wilayah Timur digelar oleh Kemendagri di Surabaya, Rabu 4/03.

Rakortek (Rapat Koordinasi Teknis) ini merupakan forum sinkronisasi perencanaan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Acara dihadiri oleh sekitar 1.500 pejabat dari Pemerintah Daerah di 18 provinsi IBT (Indonesia bagian Timur).

“Lewat Rakortek ini, Rencana Kerja Pemerintah Tahunan Daerah, yaitu untuk tahun 2021, akan kita susun dan sinkronkan dengan prioritas Pemerintah Pusat,” kata Tito

“Artinya, forum ini merupakan forum musyawarah dimana RPJM kita turunkan bersama ke dalam rencana kerja tahunan.

Pegangan kita bersama adalah lima prioritas pembangunan yang merupakan visi misi Presiden yang sudah tertuang ke dalam RPJM”, lanjut Tito dalam sambutannya.

Hadir dalam acara tersebut Ketua KPK Komjen Firli Bahuri, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Prawansa, Deputi Pembangunan Regional Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata, Dirjen Bangda Kemendagri Hudori, Sekretaris BNPP Suhajar Dewantara, Staf Khusus Mendagri Prof Muchlis Hamdani, dan Kastorius Sinaga.

“Asas atau prinsip perencanaan kita mengenal istilah “money follows the program”.

Bukan sebaliknya, bahwa program ‘dicocok-cocokkan’ ke dana anggaran untuk nenghabiskan anggaran yang ada” kata Tito yang fasih soal seluk beluk perencanaan mengingat pernah menjabat Asrena Kapolri.

Baca Juga :  Kenakan Pakaian Adat Toba, Rico Waas  dan Ketua TP PKK Ikuti Karnaval Budaya APEKSI Surabaya

Artinya, Daerah menyusun program yang mencerminkan kebutuhan daerah dan selaras dengan lima prioritas visi misi Presiden” tandas Tito

“Sehingga setiap rupiah dari sekitar 856 Triliun rupiah yang setiap tahun ditransfer dari Pusat ke Daerah lewat APBN benar-benar tepat guna” tegas Tito.

“Dalam penyusunan program tersebut terdapat ‘musyawarah’ dimana Pusat, secara sektoral, akan menilai secara seksama apakah usulan program daerah tersebut sudah sinkron dengan arah prioritas Pusat” kata Tito.

Tito, kemudian menjabarkan dengan lengkap dan detail masing-masing konteks dan data statistik pendukung atas urgensi lima prioritas pembangunan yang menjadi visi misi Presiden Jokowi.

“Setiap prioritas visi misi Presiden tersebut memiliki landasan data dan pola pikir yang sesuai dengan kondisi tantangan dan peluang kita sebagai bangsa” lanjut Tito.

“Pembangunan SDM unggul sebagai visi misi Presiden yang pertama, misalnya, kita fokuskan di dalam RPJM kita mengingat fakta bahwa Indonesia akan menikmati ‘bonus geografi’ berupa dominasi usia muda produktif berumur 15-64 di tahun 2025-2035” kata Tito.

Kurun waktu tersebut sudah di depan mata kita, kata Tito.

Baca Juga :  SMSI Hadirkan Visi Pers Beretika dan Berdaya Saing di World Press Freedom Day 2025

“Maka dari sekarang kita harus fokus pada pengembangan sektor kesehatan, pendidikan dan pemberantasan stunting, sebagai prasyarat agar kelak bonus demografi tersebut menjadi modal, dan bukan menjadi beban bagi Indonesia di masa mendatang” kata Tito

“Rakor perencanaa teknis tahunan seperti sekarang ini akan memastikan semua perencanaan daerah bersama-sama menuju ke prioritas tersebut” kata Tito.

“Program yang disusun benar-benar harus berdasarkan kebutuhan masyarakat sesuai prioritas yang menjadi pegangan kita bersama dan bukan untuk meladeni “kepentingan rekanan”, tegas Tito yang disambut tepuk tangan meriah dari peserta.

“Disini hadir sahabat saya, Ketua KPK, Bapak Komjen Firli juga untuk turut membantu agar perencanaan yang kita susun memiliki integritas, jauh dari akal akalan untuk praktik koruptif” tandas Tito.

“Jangan ada lagi proyek pengadaan di daerah yang nyata-nyatanya berpola terbalik, yaitu “programme follows the money”, yang ujung-ujungnya tak dibutuhkan atau tidak berguna bagi masyarakat “ tandas Tito.

Rakortek tersebut berlangsung di Hotel Shangrila Surabaya dan sudah berlangsung sejak Senin 2 Februari tang lalu dan terbagi ke dalam diskusi kelompok sesuai urusan pembangunan yang diserahkan ke Daerah seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, kehutanan, infratruktur .(SB/01)

-->