Peran Industri 4.0 pada Pendidikan Indonesia

Gratia Sitorus,

sentralberita|Medan~Industri 4.0 adalah istilah yang diterapkan pada sekelompok transformasi cepat dalam
desain, manufaktur, operasi dan layanan sistem dan produk manufaktur sebagai indikasi
penerapan revolusi industri 4.0 (Ron, 2015) .

Industri 4.0 ini ditandai dengan cyber-physicalsystem yang mengintegrasikan informasi kompleks dari berbagai sumber yang membuka banyakkemungkinan untuk pengoptimalan.

Inovasi merupakan salah satu indikator pemicu perkembangan industri 4.0. Menurut UU
No. 18 tahun 2002, inovasi adalah suatu kegiatan penelitian, pengembangan atau perekayasaan
yang bertujuan untuk mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan
yang baru atau untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada dalam produk
atau proses produksi/manufaktur.

Hal ini yang menyebabkan penerapan industri 4.0 akan memberikan banyak perubahan terhadap teknologi yang mampu menjadi kebiasaan manusiadalam waktu singkat.

Perkembangan yang pesat pada industri 4.0 tentunya akan memberikan peranan penting bagi kehidupan manusia yakni keefisienan dan pengoptimalan dalam suatu kinerja. Penggunaan waktu yang lebih cepat dari sebelumnya menjadi kekuatan yang mendasari manusia untuk
mengadaptasi industri 4.0.

Penggunaan mesin, robot dan sistem digitalisasi lainnya memberikan
dampak bagi kehidupan manusia terutama sebagai faktor pemicu untuk berinovasi.Namun, disamping peranan penting tersebut terdapat risiko yang perlu untuk dihadapisebagai tantangan bagi peranan manusia. Teknologi yang semakin canggih memungkinkansumber daya manusia mulai tergantikan.Konsekuensi ini dapat memberikan dampak
berkurangnya peluang untuk mendapatkan pekerjaan.

Hal ini didukung oleh tulisan pada Jobs Lost, Jobs Gained: Workforce Transitions in a Time of Automation yang mengatakan bahwa pada tahun 2030 sebanyak 400 juta sampai 800 juta orang harus mencari pekerjaan baru, karena digantikan oleh mesin (McKinsey & Co, 2017).

Hal ini menunjukkan bahwa manusia yang tidak dapat bertahan hidup dan beradaptasi terhadap tantangan yang ada akan sulit bertahan terutamauntuk mendapatkan pekerjaan yang ada.

Penerapan industri 4.0 dapat ditemukan dalam berbagai aspek maupun bidang. Salah satunya dapat ditemukan pada bidang pendidikan. Pendidikan merupakan aspek yang sulit untuk terpisahkan dalam kehidupan manusia. Pendidikan membangun pola pikir yang maju serta mengasah kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh manusia. Salah satu contoh implementasi industri 4.0 dapat ditemukan pada aplikasi ruangguru.

Aplikasi ini dikembangkan oleh PT.Ruang Raya Indonesia yang berdiri pada tahun 2014. Perusahaan ini merupakan perusahaan penyedia layanan dan konten pendidikan berbasis teknologi. Target pengguna ruangguru adalah murid, guru, orang tua, pemerintah dan institusi dengan menggunakan sistem tata kelola pembelajaran (learning management system). Hal ini mempermudah pengguna karena dapat menggunakan aplikasi tersebut dalam kondisi apapun.

Aplikasi ruangguru dapat membantu untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat. Aplikasi ini dilengkapi dengan ribuan bank soal yang telah disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku di Indonesia. Untuk meningkatkan kemauan murid untuk belajar, aplikasi ini juga menyediakan latihan soal secara online yang disertai fitur untuk bermain game Petualangan Nusantara. Hal ini memberikan nuansa pembelajaran yang menyenangkan.

Aplikasi ini juga memiliki fitur mobile on-demand sebagai fitur pembelajaran jarak jauh yang intensif bagi pengguna. Hadirnya guru online yang siap sedia setiap hari selama 16 jam memungkinkan pengguna melakukan belajar privat kapanpun dan dimanapun.

Disamping itu, aplikasi ini memiliki akses untuk disambungkan kepada para orang tua agar dapat mengetahui informasi pelaksanaan dan perkembangan pengguna.

Inovasi ini tentunya berperan penting untuk mencerdaskan kehidupan bangsa namun bersifat disruptive pada beberapa individu maupun kelompok misalnya bimbingan belajar.

Bimbingan belajar pada umumnya dibangun dalam suatu lokasi untuk dihadiri oleh murid dan sistem yang sering sekali bersifat monoton. Sementara dengan menggunakan aplikasi ini, pengguna memiliki nuansa pembelajaran menyenangkan, wawasan yang luas dan kecepatanakses yang bersifat instant. Sebagai individu yang ingin bertahan pada era ini maka diperlukan kemauan untuk berinovasi dan kreatif agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada.

Secara tidak langsung, aplikasi ini dapat saja mengakibatkan minat murid untuk mengikuti bimbingan belajar pada suatu lokasi akan menurun bahkan tutup yang kemudian akan beralih pada penggunaan aplikasi. Salah satu contoh dalam bidang pendidikan ini merupakan suatu tantangan nyata untuk manusia agar maju dan bertahan pada industri 4.0.(Penulis adalah mahasiswi prodi Manajemen Rekayasa, Institut Teknologi Del. )

Comments