Setelah 21 Hari Dirawat RSUD Panyabungan, WRS Akhirnya Pulang ke Rumahnya

sentralberita|Madina~Waldi Rahmat Sutra (WRS) Penderita Gizi Buruk yang berdampak kelumpuhan pada kakinya dan juga mengidap TBC yang dirawat selama Dua Puluh Satu (21) hari atau Tiga (3) Minggu di RSUD Panyabungan, kini ia telah kembali pulang bersama keluarganya ke rumah orang tuanya di Desa Sasaran Kecamatan Natal.

Hal itu diketahui saat sentralberita.com berkunjung ke rumahnya pada Sabtu (5/10/2019) pagi .

Diceritakan Wati yang merupakan ibunya, bahwa mereka tiba di rumahnya di Desa Sasaran Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina), sekitar pukul 23:30 Wib pada Jum’at (4/10/2019) malam.

Waldi yang merupakan anak dari keluarga miskin warga Desa Sasaran ini sebelumnya merupakan pasien RSUD dr.Husni Thamrin Natal yang dirujuk ke RSUD Panyabungan pada tanggal 13 September 2019 lalu, hingga setelah menjalani perawatan selama 21 hari di Panyabungan akhirnya dia bersama keluarganya pun kembali pulang.

Diakui Wati, pulangnya Waldi sesungguhnya belum sembuh total, dan masih harus menjalankan arahan dan kontrol dari ahli medis, sebab waldi masih perbaikan gizi dengan ketentuan wajib cek-up sekali seminggu di RSUD dr.Husni Thamrin Natal, serta kakinya yang masih lumpuh yang harus diterapi supaya mendapatkan sembuh total, ungkapnya.

Karena keresahan Waldi saat itu, kata Wati, dia minta pulang sehingga kami bermohon kepada dokter spesialis anak yang menangi waldi untuk dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu, dan ternyata dokter memberikan ijin bagi kami untuk pulang ke kampung halaman, tetapi dengan catatan agar Waldi tetap dirawat jalan dan mesti kontrol ke RSUD dr.Husni Thamrin Natal, ucapnya.

Ditambahkannya, kami sekeluarga sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu kami dalam proses pengobatan waldi ini, mulai dari Natal hingga di Panyabungan, kata Wati.

Semoga kebaikan semua pihak pada kami itu dibalas Allah dengan amal yang setimpal, sebab kalau bukan karena dukungan moril dan bantuan materi dari banyak pihak, mungkin kami belum tentu dapat bertahan hingga kini, meski begitu kami masih ingin berupaya membawa waldi untuk diterapi nanti bila ada rezeki ataupun bantuan dari dermawan yang ingin membantu kami, pungkas Wati.

Saat dikunjungi di rumahnya, waldi nampak sangat senang dengan menunjukkan wajah yang ceria, begitu lugu dan bahagianya WALDI setelah mendapatkan perobatan yang merupakan atas bantuan dari banyak pihak yang telah berbaik hati itu padanya.(MAH)