Puting Beliung Ribak Pemukiman Desa Bonca Bayuon, BPBD Diminta Bertindak Cepat

sentralberita|Madina~Angin kencang puting beliung yang berdurasi kurang lebih selama satu menit melanda pemukiman warga di Desa Bonca Bayuon Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Provinsi Sumatera Utara, sekira pukul 14:00 Wib pada minggu (13/10/2019).

Hal itu dikabarkan Muhammad Sudirmin Nasution seorang Aktivis Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPN-RI) Kabupaten Mandailing Natal Warga Desa Lobung Kecamatan Lingga Bayu kepada sentralberita.com sekira pukul 15:00 Wib melalui aplikasi WhatsApp.

Dijelaskannya, angin kencang puting beliung itu telah “Meribak” daerah pemukiman warga dan mengakibatkan sejumlah kerusakan yang menimbulkan kerugian materi bagi warga masyarakat yang bermusibah tersebut, kata Sudirmin.

Kerusakan yang diakibatkannya, papar Sudirmin, seperti sejumlah atap rumah warga, parabola dan atap warung juga ada yang beterbangan hingga sejauh 100 meter dari lokasi asalnya, ungkap Muhammad Sudirmin Nasution.

Kepala Desa Bonca Bayuon Edi Anwar Nasution yang dihubungi sentralberita.com melalui selularnya sore tadi telah membenarkan Peristiwa ini, dan memastikan tidak ada korban jiwa pada kejadian ini.

“Benar di Desa kami telah terjadi Angin kencang puting beliung yang mengakibatkan sejumlah kerusakan pada pemukiman dan menimbulkan sejumlah kerugian bagi warga yang terkena musibah ini, namun kami pastikan tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini”, ujar Edi Anwar Nasution.

Disebutkannya, untuk data sementara, sekitar enam atap rumah yang beterbangan dari rumahnya hingga menjadi rusak, satu atap MCK fasilitas umum yang mengakibatkan rusak parah, parabola dan lain sebagainya, Pungkas Kepala Desa Bonca Bayuon itu.

Ditambahkan Muhammad Sudirmin Nasution, diharapkan kepada pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal agar segera bertindak cepat menanggapi peristiwa yang melanda pemukiman masyarakat Desa Bonca Bayuon ini, dan agar menindaklanjutinya sebagaimana mestinya, mengingat banyak warga yang merugi akibat bencana alam ini, harapnya. (MAH)